- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

WNA Korsel dan Afganistan Diamankan Timpora Depok

  • Bagikan
71 Orang Asing Dikenakan Sanksi Oleh Kanim II Depok

DITANYA-TANYA : Petugas Timpora Kota Depok saat menayakan kepada WNA Korea Selatan, kemarin.

Inilahdepok.id- Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kota Depok berhasil mengamankan lima warga negara asing (WNA). Terdiri dari empat warga Afganistan dan satu Korea Selatan (Korsel). 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok Dadan Gunawan mengatakan, lima dari WNA yang diamankan ini hasil dari razia WNA ilegal yang digelar di sejumlah apartemen di Jalan Raya Margonda, dan di kawasan GDC, Depok, Rabu (11/4) malam.

“Operasi WNA ini dipusatkan di Apartemen Margonda Residence di Jalan Margonda dan Lotus Residence di kawasan GDC,. Totalnya ada 38 orang asing diperiksa,” kata Dadan, kepada Radar Depok, Kamis (12/4).

Dua apartemen yang diperiksa oleh petugas atas kelengkapan surat keimigrasian dan izin tinggal mereka.

“Ada empat orang berkebangsaan Afganistan dan 1 orang berkebangsaan Korea Selatan,” kata Dadan.

Dadan memastikan, untuk 4 WNA asal Afganistan dipastikan adalah imigran ilegal.

“Sebab mereka tidak memiliki kartu UNHCR atau masa berlaku kartunya sudah habis. Mereka juga tidak melaporkan perubahan alamat ke kantor imigrasi setempat,” kata Dadan.

Sedangkan untuk 1 WNA berkebangsaan Korea Selatan, kata Dadan, diduga telah melakukan penyalahgunaan izin tinggal.

Dalam operasi itu, tambah Dadan, pihaknya juga mengamankan dua dokumen WNA untuk didalami lebih lanjut. Yakni dokumen milik seorang WNA asal Tanzania dan WNA asal Korea Selatan.

“Dokumen kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, terkait tentang keberadaan dan kegiatannya di Indonesia,” katanya.

Mengenai lima WNA yang diamankan pihaknya, lanjut Dadan, akan ditempatkan di ruang detensi di Kantor Imigrasi Kota Depok.

“Untuk 1 WNA berkebangsaan Korea Selatan yang melakukan penyalahgunaan izin tinggal, dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian dari wilayah Indonesia dan penangkalan,” kata Dadan.

Nanti, apabila ditemukan dua alat bukti yang cukup, WNA Korea ini dapat dilakukkan penyidikan atas tindak pidana keimigrasian.

“Sebagaimana dimaksud Pasal 22 Huruf (a) UU No.6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian,” ucapnya.

Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, operasi terpadu WNA merupakan bentuk sinergitas antara Pemkot dengan Timpora  Depok.

“Operasi terpadu juga sudah rutin dilakukan untuk mengawasi orang asing di Depok,” kata Idris.

Dikatakannya, operasi terpadu ini dilakukan dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang tenang dan nyaman. Terlebih terhadap WNA yang tidak memiliki izin tinggal di Kota Depok.

“Pemerintah memang tidak bisa secara penuh menghalau WNA yang tidak berizin tinggal di Kota Depok, namun ke depan pemerintah akan membuat regulasi yang lebih ketat mengenai penyewaan tempat tinggal atau apartemen bagi WNA,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, hasil dari operasi terpadu kali ini akan segera dievaluasi. Hal tersebut untuk merancang regulasi yang mengantur tentang sistem manajamen pengelolaan apartemen di Kota Depok.

“Pemerintah akan selalu mengawasi. Operasi gabungan ini juga hasil dari laporan masyarakat. Kita tingkatkan lagi koordinasi yang lebih rapi untuk mewujudkan kenyamanan dan ketenangan masyarakat,” tegasnya.(ctr/id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *