- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Logo Hari Jadi Depok ke-19, Pradi : Tak Lupakan Unsur Budaya dan Visi

  • Bagikan
SINERGI : Para ketua partai politik bersama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna usai penandatangan bantuan dana politik di Balaikota, kemarin.

Inilahdepok.id- Warga Kota Depok harus tahu logo sebentar lagi tepatnya pada 27 April Kota Depok berumur 19. Di usianya itu, Pemkot Depok hari jadi ke-19. Dari gambar logo itu, ada angka 19, tari topeng cisalak, dan gong si bolong, visi Depok, dan Frendly City dengan dibalut warna kuning dan biru.

Menurut, Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna, logo hari jadi Depok ke- 19 tahun ini merupakan ekpresi dari visi Depok yang Unggul, Nyaman, dan Religius.

Tentunya ada visi Depok di gambar logo hari jadi Depok ke -19 tahun ini,” ucap Pradi.

Logo ini juga sekaligus dipadukan dengan mengambil tiga unsur utama dari Depok Friendly City, yaitu sebut Pradi, bersahabat, berbagi dan berkolaborasi.

Jelas dia lagi, perpaduan warna pertama warna biru yang bermakna keluasan wawasan dan kejernihan pikiran atau smart. Sedangkan warna kuning ini kata dia, warna emas yang berarti kejayaan dan kemuliaan.

Merupakan esensi keseimbangan Kota Depok dalam membangun, yangg tidak hanya membangun fisik,” bebernya.

Tapi juga di logo itu Pemkot Depok memperhatikan dari unsur budaya. Dengan adanya penari Topeng Cisalak dan Gong Sibolong yang merupakan salah satu ikon dari Kota Depok.

Di dalam logo itu juga ada tanggal hari jadi Depok. Arti tanggal ini jelas Pradi lagi, mengartikan warga Depok jangan lupa tanggal 27 April 1999 yang merupakan tanggal resmi hari jadinya Kota Depok. “Ini berdasarkan Undang-Undang no 15 tanun 1999, tentang Pembentukan Kotamadya Daerah tingkat II Depok. Di waktu bersama dengan kotamadya tingkat II Cirebon,” jelas dia.

Hal sama pun dikatakan Kadiskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono, logo hari jadi ke-19 Kota Depok merupakan ekspresi dari Visi Kota Depok yaitu Unggul, Nyaman, dan Religius.”Sekaligus dipadukan dengan mengambil tiga unsur utama dari logo Depok Friendly City, yaitu Bersahabat, Berbagi, dan Berkolaborasi,” kata Sidik.

Sidik juga yang menjabat Ketua Pantia Hari Jadi Depok ke-19, logo ini yang terdapat perempuan sedang menari Tari Topeng Cisalak dan Gong Si Bolong menandakan bahwa Pemkot Depok peduli akan budaya aslinya. “ “Kami memperhatikan unsur budaya, tak melulu pembangunan,” ucap dia. (irw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *