- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Premium Langka, Ini Penjelasan Hiswan Migas Depok

  • Bagikan
Ilustrasi
Inilahdepok.id- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BMM)  jenis Premium dirasakan masyarakat Kota  Depok sejak tahun tahun lalu hingga sekarang. Kekosongan itu pun seakan masyarakat  terpaksa berahli ke  alternatif lain, seperti Pertalite dan Pertamax.
Rudi warga Kecamatan Pancoranmas mengakui sulit mendapatkan premium di SPBU di Kota Depok. Sebab kendaraan roda dua yang dimilikinya keluaran 2010 jadi lebih baik mengunakan premium dibandingkan pertamax dan pertalite.
” Harganya pun murah dibandingkan Pertamax dan Pertalite yang di setiap SPBU selalu ada stoknya,” kata Rudi kepada Inilahdepok, Jumat(30/3), saat ditemui di SPBU Pitara, Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas.
Harga Premium kata dia, harga yang terjangkau dan bisa dibeli oleh masyarakat menegah kecil. Ia berharap, stok Premium di setiap SPBU selalu ada stoknya. Sehingga konsumen yang biasa mengunakan Premium harus mengunakan Pertamax atau Pertalit yang harganya lebih mahal.”Sulit bener kalau mau isi bensin, terpaksa isi tangki pake Pertalite,” kata dia mengeluh.
Sementara Januar (45), mengatakan sulitnya mengisi bahan bakar Premium sangat dirasakan di wilayah Depok. Hadirnya BBM jenis Pertalite seakan membuat masyarakat dipaksa beralih jenis tersebut.
“Sepertinya masyarakat dipaksa beralih menggunakan bahan bakar non subsidi, kasihan warga yang enggak mampu mereka kan butuh aktivitas untuk kehidupan sehari-hari,” imbunya dengan kesal.
Dari pantauan Radar Depok  sejumlah SPBU  milik swasta di wilayah Depok memilih tidak menyediakan bahan bakar jenis Premium. Hal tersebut terlihat dari tiga stasiun pengisian bahan bakar yang berada di pusat kota Depok Jalan Margonda dan Jalan Pitara.
Menimpali hal ini,  DPC Hiswana Migas Kota Depok menjelaskan bahwa  Premium di SPBU sulit didapat di setiap SPBU yang ada di kota ini karena memang Premium  sudah berkurang jauh penjualannya karena tidak terlepas dari permintaan masyarakat.
” Yang memang menurun karena telah beralih ke produk BBM lain yang memiliki kandungan oktan yang lebih tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan dari mesin kendaraan itu sendiri yang sudah memakai CDI,” kata Dewan Penasehat DPC Hiswana Migas Kota Depok Athar.
Menurut dia,  semakin tinggi oktan BBM  performa mesin akan semakin baik. Apalagi lanjut dia, untuk mesin keluaran baru yang kebanyakan dirancang untuk mengonsumsi bahan bakar beroktan 90 ke atas. Misalnya BBM beroktan 92 (RON92) atau beroktan 95 (RON95).
“Dulu, penjualan Premium di SPBU  di Depok memang tinggi, tetapi sekarang turun drastis. Karena keterbatasan kapasitas tangki itu sendiru yang dimiliki oleh SPBU salah satu produk jadi harus dilepas yang memiliki Oktan dibawah 90. Akhirnya saat ini SPBU di Kota Depok lebih banyak yang menjual seperti jenis Pertalite dan Pertamax,” tutur.
Sambung Athar, sebetulnya pihak Pertamina tidak  sengaja memangkas Premium di Kota Depok. Selain itu juga meningkatnya kesadaran dari Konsumen terhadap penggunaan BBM beroktan tinggi .
“Kami dari Hiswana Migas Depok tak khawatir bakal ada lonjakan permintaan Premium secara besar-besaran dengan menyusul adanya kenaikan harga Pertalite sebesar Rp200 per liter baru-baru ini,” ulasnya.
Sebagai pembanding Premium sebut dia,  dibanderol Rp6.550 perliter di wilayah Jawa dan Bali. Sementara Pertalite yang beroktan 90 harganya Rp7.800 perliter.
” Kami sangat berharap konsumen mulai bergeser ke penggunaan BBM yang memiliki kualitasnya lebih baik, agar kendaraan semakin terawat baik dan mengurangi adanya Polusi,” kata dia berharap.(ctr/id)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *