- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Fakta Baru, Bos First Travel Beli Apartemen Mewah Gunakan Nama Orang Lain

  • Bagikan
Uang Jemaah di Pakai Jalan ke Inggris
Inilahdepok.id–  Memasuki sidang kesembilan, mulai terungkap fakta baru soal aliras uang calon jemaah First Travel. Setelah sebelumnya terungkap banyak yang calon jemaah digunakan plesiran ke luar negeri dan bisnis pribadi Anniesa, saat ini terungkap bahwa Siti Huraida alias Kiki Hasibuan juga menggunakan uang calon jemaah.
Dalam pembacaan berkas dakwaan, jaksa penuntut umum (JPU) mengungkapkan bahwa ada aliran uang jemaah yang digunakan untuk membeli satu unit apartemen di Puri Park View.
Namun Kiki tidak membeli atas namanya, tetapi menggunakan nama orang lain.
Apartemen yang dibeli berada di Blok AAB lantai delapan.
 “Dalam berkas kami jelas, kalau uang pembelian apartemen itu di transfer langsung menggunakan rekening First Travel, kepada S. Agustin untuk dibelikan apartemen,” kata JPU, Sufari, Rabu (28/3).
Saksi yang dibelikan apartemen oleh Kiki pun sudah dipanggil. Namun yang bersangkutan mangkir dalam sidang ke Sembilan ini.
“Kami memanggil 9 orang saksi termasuk Esti Agustin, tapi hanya dua yang hadir, maka kedepan akan kami panggil kembali 7 orang saksi itu termasuk Esti untuk menekankan adanya tindak pencucian uang dalam pembelian apartemen itu,” tukasnya.
Apartemen itu dibeli seharga Rp 400 juta. Untuk pembayaran unit itu dilakukan transfer melalui rekening perusahaan kepada Esti Agustin.
“Aliran dana pembelian apartemen tersebut dilakukan oleh terdakwa 3 yakni Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan namun menggunakan nama orang lain,” paparnya.
Sementara itu, Muhammad Ismail, karyawan Puri Park View mengatakan, tidak mengetahui adanya transaksi pembelian unit apartemen atasnama salah seorang dari ketiga bos First Travel.
“Kalau di blok itu, diisi oleh atasnama S. Agustin,” kata Ismail.
Dirinya mengaku lupa terkait pembelian apartemen tersebut, “Saya lupa, intinya saya tidak mengenal para terdakwa, dan pemilik dalam daftar kami atasnama S. Agustin bukan atasnama ketiga terdakwa ini,” ucapnya.
Selain saksi dari pihak Apartemen Puri Park View persidangan hari ini juga menghadirkan pemilik PT. Tohiron Daya Cipta, Indar Sulistiyanto yang merupakan vendor kain ihrom, batik dan buku panduan guna keperluan jemaah First Travel.
“Total perjanjian kami dengan First Travel senilai Rp7,7 miliar untuk pemberangkatan November 2015-mei 2017, namun masih kurang Rp200 juta yang hingga kini belum dibayarkan,” kata Indar.
Tim Kuasa Hukum Bos First Travel, mengungkapkan pemanggilan saksi dari pihak management Apartemen Puri Park View, tidak ada kaitannya dalam kasus yang melibatkan kliennya.
“Kalau unsur vendor masih berkaitan, tapi kalau management apartemen seperti tidak ada kaitannya sama sekali,” kata Wawan Ardianto, salah satu anggota Tim Kuasa Hukum First Travel.
Menurutnya, ketidak terkaitannya apartemen dan kasus kliennya tersebut terlihat dari tidak adanya bukti yang menyebutkan kalau kliennya membeli apartemen tersebut.
“Dalam keterangan, saksi menyebut kalau apartemen itu milik Esti Agustin, tapi saat saya konfirmasi ternyata tidak ada satu pun terdakwa yang mengaku mengenal nama itu,” ucapnya.
Dalam kasus ini ditetapkan tiga terdakwa yaitu Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraida Hasibuan. Ketiganya diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang karena tidak memberangkatkan calon jemaah umroh sebanyak 63.310 dengan kerugian Rp905 miliar.
Mereka didakwa melanggar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan atau pasal 372 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang – Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.(ctr/id)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *