- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Muhammadiyah 17 Mei, NU Tunggu Kementerian Agama Tentukan Awal Ramadan 1439 H

  • Bagikan
ilustrasi

Inilahdepok.id–Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah resmi merilis penetapan awal Ramadan 1439 Hijriah, yakni pada Kamis 17 Mei 2018. Ketetapan tersebut berdasarkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menentukan awal puasa Ramadan akan menggunakan metode Rukyatul Hilal, atau melihat langsung bulan, metode hitungan, serta menunggu keputusan Kementerian Agama.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Depok, Kiai Idrus Yahya mengatakan, sesuai keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah di Jogyakarta bahwa awal Ramadan pada 17 Mei. Untuk itu, sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah Depok harus patuh kepada keputusan PP Muhammadiyah. Menurut dia, ini bukanlah suatu hal yang baru bagi masyarakat Muhammadiyah.

“Masyarakat di luar Muhammadiyah juga sudah memahami tentang hal ini. Ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Watoniah tetap terpelihara,” kata Idrus dikutip Radar Depok.

Berdasarkan laporan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah sambung Idrus, ijtimak akhir bulan Sya’ban terjadi pada Selasa, 15 Mei 2018 atau 29 Sya’ban 1439 Hijriyah pukul 18.50 lewat 28 detik WIB.

Pada tanggal tersebut, kata dia, tinggi hilal di Yogyakarta saat matahari terbenam -00°, 02′, 50 atau hilal belum terlihat.

“Tinggi hilal di Yogyakarta saat terbenam matahari pada titik -00°, 02′, 50″ hilal belum wujud. Awal Ramadan 1439 H jatuh hari Kamis Pahing, 17 Mei 2018. Demikian keterangan tertulis yang diterima oleh kami,” bebernya.

Sementara itu, tambah dia juga PP Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H pada Jumat, 15 Juni 2018. Ijtimak akhir bulan Ramadan dilakukan pada 29 Ramadan 1439 Hijriah atau Kamis, 14 Juni 2018, pukul 02.45 lewat 53 detik WIB. Tinggi hilal di Yogyakarta saat matahari terbenam di waktu itu +07°, 35′, 20” dan hilal sudah terlihat.

“Tinggi hilal di Yogyakarta saat terbenam matahari pada  +07°, 35′, 20″ hilal sudah wujud. 1 Syawal 1439 H jatuh hari Jumat Legi, 15 Juni 2018,” kata dia berdasarkan keterangan tertulis PP Muhammadiyah yang didapat.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Depok, KH Raden Salamun Adiningrat menuturkan, dalam penentuan awal Ramadan pihaknya akan menggunakan metode Rukyatul Hilal atau melihat langsung hilal dan hisab. Upaya tersebut dikerjakan oleh Lajnah Falakiyah PBNU. PCNU Depok atau yang ada di bawahnya hanya membantu proses rukyatul hilal di titik yang ditentukan.

“Jika ada perbedaan pendapat di kalangan para Ulama tentang awal Ramadan. Seperti hilal yang tidak terlihat, maka NU akan berpedoman pada putusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. sikap yang diambil NU tersebut sudah lazim dalam menentukan awal bulan Ramadan,” ujar Salamun.

Ditambahkan Salamun, PCNU Depok selama Ramadan 1439 Hijriyah akan melakukan kegiatan safari Ramadan di 11 titik masjid di Depok. Safari Ramadhan jelas dia, adalah kegiatan rutin yang telah berjalan sepanjang sejarah NU di Depok. “Kami juga akan melaksanakan buka puasa bersama di kantor PCNU,” kata dia.

Selanjutnya, di Ramadan nanti diisi dengan salat tarawih dan Zikir Dzikrul Ghofilin yang memang telah rutin dilaksanakan setiap malam Selasa Kliwon. Selain itu, secara massal PCNU bersama Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri, Laskar Jausyan Kota Depok akan melaksanakan buka puasa bersama, salat Tarawih dan Hirzul Jausyan di Masjid Kubah Emas.

“Tak hanya itu, giat Ramadan masih banyak juga kegiatan yang dilakukan Lembaga maupun Badan Otonom NU Depok,” tutupnya.(ctr/id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *