- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Ingin Bereskan Citarum, Hasanuddin Siapkan Program Visioner

  • Bagikan
Ingin Bereskan Citarum, Hasanuddin Siapkan Program Visioner

Inilahdepok.id – Calon gubernur Jawa Barat dari PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin alias Kang Hasan mendukung penuh kelestarian lingkungan hidup khususnya di sepanjang aliran sungai Citarum.

Pria yang kerap disapa Kang Hasan ini juga mengimbau agar masyarakat yang hidup di daerah aliran sungai (DAS) Citarum untuk turut serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

“Saya akan berkomitmen penuh menjaga kelestarian Citarum, karena air adalah sumber kehidupan masyarakat yang patut dijaga,” ujar Kang Hasan saat mengunjungi kawasan DAS Citarum di Kp Cijeruk RW07 dan RW8 Ds Bojongsari Kecamatan Bojong Soang Kabupaten Bandung, Jumat (9/2).

Dia mengapresiasi pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi yang saat ini tengah melaksanakan program Citarum Harum.

Sistem yang yang dilakukan Kodam III/Siliwangi, menurut Kang Hasan, sudah sangat baik dengan menerapkan sistem segmentasi.

“Saya kira apa yang dilakukan Kodam III/Siliwangi sudah sangat baik, dibuat sistem segmentasi sehingga ada penanggung jawab masing-masing. Kenapa tidak dari dulu, sehinggga permasalahan Citarum tidak berlarut-larut,” terang dia.

Selain itu, Kang Hasan juga menyoroti ihwal pemerintah provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pemprov tidak pernah memposisikan Citarum sebagai sumber penunjang kehidupan dan perekonomian yang harus selalu dijaga dan dilestarikan.

Dia lantas menawarkan program-program pemulihan Citarum sebagai urat nadi kehidupan Jawa Barat.

Di antaranya melakukan pendidikan pelestarian lingkungan hidup khususnya sungai di lembaga pendidikan formal dan informal.

“Dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi,” tambah dia.

Senada diungkapkan Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Hasanah Kota Depok, Totok Sarjono. Menurut dia Sungai Citarum kedepan harus dipromosikan sebagai pusat kegiatan ekonomi jangka panjang, melalui pariwisata sungai.

“Termasuk di antaranya sungai sebagai jalur transportasi. Sementara aspek masyarakat desanya sebagai komunitas pelindung dan pelestari sungai melalui program desa wisata sungai,” ujar dia.

Selain itu, Towels-sapaannya-, program pengolahan limbah warga terpadu juga harus dibangun, melalui program energi terbarukan, bank sampah, usaha kompos dan septik tank komunal.

“Membangun fasilitas pengolahan limbah di setiap sentra industri dan kawasan industri melalui kerjasama pemerintah-pelaku usaha.

“Dan yang paling penting menjaga dan meningkatkan kelestarian kawasan serapan air di DAS melalui program reboisasi dan pendidikan peduli lingkungan hidup,” tegas dia.

Towels mendorong pemerintah untuk menindak tegas siapapun yang mengotori ataupun mencemari sungai Citarum, baik masyarakat ataupun pabrik-pabrik yang sembarangan buang limbah ke sungai.

“Permasalahan utama penyebab terjadinya pencemaran sungai citarum adalah sikap masyarakat yang kurang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup disekitarnya,” tegas dia.

Menurut towels, masyarakat juga tidak paham betapa pentingnya sungai yang airnya bersih dan melimpah, bagi kehidupan jangka panjang dan perekonomian.

“Kesadaran masyarakat ini yang harus terus kita tumbuhkan, dan adanya ketegasan bagi pelanggar,” pungkasnya(ctr/id**/jp).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *