- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Pelaku Peremas Buah Dada Hanya Lapor, Tak Ditahan

  • Bagikan
MENJELASKAN : Kanit Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis menjelaskan pelaku peremas payudara di Jalan Kuningan, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Bejipada 12 Januari, yang viral di media sosial belum lama ini.

Inilahdepok.id – Ilham Sinnah (29) pelaku peremas payudara wanita di Depok saat ini sudah diperiksa oleh penyidik Polresta Depok.

Pemeriksaan selesai selama 1×24 jam. Selanjutnya pelaku hanya dikenakan wajib lapor oleh polisi.

“Tersangka Ilham telah selesai menjalani pemeriksaan selama 1×24 jam. Dia dikenakan wajib lapor karena pasal yang disangkakan yaitu 281 KUHP ancaman adalah 2,8 bulan,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, (19/1).

Ilham diwajibkan lapor diri dua kali seminggu. Yaitu hari selasa dan kamis. Selain itu ada jaminan juga dari pihak keluarga bahwa pelaku tidak akan melarikan diri.

“Jaminan dari keluarga. Pelaku dikenakan wajib lapor dua kali seminggu,” kata dia.

Menurutnya, tersangka selama ini kooperatif.

Dikatakan bahwa pasal yang dikenakan pada Ilham tidak termasuk dalam pasal pengecualian untuk tidak dilakukan penahanan.

“Ada pasal pengecualian untuk yang dibawah lima tahun. Pasal 281 tidak termasuk dalam pengecualian sehingga tidak dilakukan penahanan,” paparnya.

Kendati demikian sambung Putu proses hukumnya tetap berjalan. Pemberkasan hingga saat ini masih dilakukan. Untuk selanjutnya dikirimkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

“Proses hukumnya tetap berjalan walaupun tersangka tidak ditahan,” pungkasnya.

KORBAN SANGAT KECEWA

Korban Peremas Buah Dadan Kecewa, Pelaku Hanya Lapor Dua Kali Dalam Seminggu

Amanda (22) korban peremas buah dada yang bikin viral itu mengaku kecewa. Pasalnya Ilham (29) pelaku peremasan payudara tidak ditahan. “Sangat disayangkan (tidak ditahan). Tapi kembali pada UU. Kalau saya pribadi pengennya ditahan,” katanya, Kamis (18/1).

Sebagai wanita dirinya merasa harga dirinya dilecehkan dengan perbuatan Ilham. Kemudian setelah berbuat itu Ilham tak dipenjara. Amanda mengkhawatirkan jika tidak diberi efek jera akan ada pelaku lain yang dengan leluasa bertindak demikian. “Saya maunya ada efek jera supaya nggak terjadi lagi yang seperti ini,” ungkapnya.

Dia pun meminta agar dalam proses revisi UU Perlindungan Perempuan lebih dilindungi. Karena menurutnya saat ini sudah terjadi krisis moral. “Entah sakit atau gimana jadi gampang banget ngelecehin (perempuan),” paparnya.

Untuk upaya selanjutnya dia mengaku sudah diajak berkordinasi dengan pihak lain. Bahkan sudah ada pihak yang bersedia membantunya. “Sudah ada tawaran dari DPRD. Tapi saya masih mau berjalan sendiri dulu,” tutupnya.(irw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *