- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

WNA Mesir Bawa Uang Palsu, Terancam Dipulangkan Kanim II Depok 

  • Bagikan
WNA Mesir Bawa Uang Palsu, Terancam Dipulangkan Kanim II Depok 

Inilahdepok.id- Kantor Imigrasi (Kanim) II Depok mengamankan Abdul Raouf Gamal Ibrahim, (25), Warga Negara Asing (WNA) asal  Mesir. WNA ini diamankan karena membawa uang mainan senilai 10 ribu dollar AS yang digunakan souvenir. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Depok Dadan Gunawan menuturukan, penangkapan WNa Mesir ini  hasil informasi teman wanitanya di perumahan Villa Pertiwi. “Teman wanitanyamerasa khawatir bakal terlibat peredaran uang palsu oleh pelaku dan langsung dilaporkan ke jajaran Polsek Sukmajaya dan selanjutnya diserahkan ke kantor Imigrasi kelas II Kota Depok,”kata Dadan,kepada Inilahdepok.id, Sabtu (23/13).

Dadan mengatakan, kasus itu bermula saat Abdul Raouf Gmala Ibrahim menginap di rumah teman wanitanya di perumahan Villa Pertiwi beberapa hari lalu.

Saat menginap di rumah teman wanitanya tersebut pelaku mengeluarkan segepok uang pecahan 100 US dollar.  Namun saat dicek atau diperiksa ternyata uang palsu yang sangat mirip.

Melihat pelaku memiliki segepok uang palsu, tambah Dadan Gunawan, teman wanita tersebut melapor ke Polsek Sukmajaya.

Mendapatkan laporan atau informasi tersebut akhirnya petugas datang menyemput pelaku dan membawanya ke Polsek Sukmajaya untuk dimintai keterangan. “Setelah dimintai keterangan ternyata pelaku menjelaskan bahwa uang tersebut memang bukan uang asli tapi uang mainan yang akan dipergunakan sebagai souvenir,” tuturnya.

Pelaku yang datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta sekitar pertengahan bulan Nopember 2017 yang menginap di wilayah Jakarta, Bekasi dan Depok untuk rekreasi dari sebelumnya berlibur ke Kamboja bulan September 2017.

Uang pecahan 100 US dollar didapat dari Kamboja yang jumlah mencapai 10 ribu lembar atau kalau uang itu asli tentunya mencapai nilai Rp 130 juta. Uang tersebut hanya sebagai bentuk souvenir saja.

Walaupun begitu, pelaku kini sudah ditahan di kantor Imigrasi kelas II Depok sambil menunggu untuk dikembalikan ke negara asalnya atau deportasi ke Mesir. “Yang jelas belum ada unsure pidana sehingga pihak kepolisian menyerahkan kasusnya ke Imigrasi untuk ditindak lanjuti yaitu dipulangkan ke negara asal,” tuturnya. (ctr/id).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *