- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Tim Monitoring Sidak Gudang Diduga Gas Oplosan

  • Bagikan
Tim Monitoring Sidak Gudang Diduga Gas Oplosan

Inilahdepok.id– Mendapatkan laporan dari warga bahwa ada dugaan pengoplosan gas elpiji subsidi ke non subsidi di RT02/01 Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos.

Tim monitoring terdiri dari Pemkot, Polresta, dan Kodim 0508 Depok melaksanakan inpeksi mendadak (Sidak) ke tempat oplosan tersebut, kemarin.

Namun saat dilakaukan pengecekan lokasi tersebut. Pantauan awak media tidak ditemukan alat pengoplosan, tapi menemukan ribuan tabung gas ukuran 3 kilogram bersubsidi yang masih diatas mobil pick up yang terpakir di depan rumah yang dijadikan gudang gas.

Tidak hanya itu gas elpiji ukuran 12 kilogram, dan 40 kilogram tersusun rapih didalam dan diluar gudang.

Tidak hanya di satu tempat yang dijadikan gudang penyimpanan tabung gas.

Lokasi lainya juga terlihat di tempat lainya tidak jauh jaraknya. Diperkirakan ada tiga tempat yang dijadikan tempat penyimpanan gas.

“Kami mendapatkan informasi dari warga, bahwa ada pengoplosan tabung gas di tempat ini. Tapi pas kami sampai dan masih di mobil para pegawainya langsung menghilang, hanya ada dua pegawai yang ada,” kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Dwi Rachma, Jumat (22/12)

Dwi mengatakan, aktifitas di gudang gas jelas tidak ada izinya artinya aktifitas itu ilegal dan membayakan warga sekitar yang berada di dekat gudang gas itu.

Ini membuat pihaknya mencium adanya indikasi pengoplosan tabung gas subsidi ke non subdsi. “Kami sudah menayakan ke dua pegawainya. Tapi mereka tidak koperatif,” kata dia.

Temuan gudang gas ini, kata dia, sudah mengarah tindak kriminal dan sudah ranahnya pihak Polresta Depok untuk mengusut tuntas kegiatan gudang yang diduga menjalankan kecurangan mengoplos.

“Tindakan hukum ranah polisi. Kami hanya monitoring dan membuatkan laporan, tapi yang tindak lanjut dari pihak Polresta Depok. Kami harap ini ditindaklanjuti,” tuturnya.

Masih di lokasi Kaabid Trantib Diki Erwin mengatakan, keberadaan gudang gas yang diduga warga sekitar tidak koperatif. Malah kata dia, warga sekitar terlihat menutup-nutupi informasi tentang keberadaan gudang tersebut.

“Saya tanya dua pegawai gudang. Satu orang tidak tahu dan satu lagi yang petugas keamanan tidak tahu nama pemilik, asal barang, dan didistribusikan kemana saja. Mereka tidak tahu,” tutur Diki.

Namun setelah ditanya berkali-kali, kata dia, petugas keamanan itu menjawab bahwa didistribusi gas ke luar Depok. Antara lain, Bekasi, Jakarta, dan Cibinong Kabupaten Bogor.

“Ini kan aneh, warga sekitar juga terkesan menutup-nutupi keberadaan gudang dan mereka mengaku baru dua bulan beroperasi,” kata Diki.

Sementara, warga RT2/01 Leuwinanggung Samat mengaku gas-gas itu digudang tersebut hanya transit saja dan baru dua bulan beroperasi. Terkait adanya dugaan pengoplosan gas, dirinya tidak tahu.

“Saya gak tahu, dan pemiliknya juga gak tahu siapa. Rumah yang dijadika gudang itu ngontrak. Sama diatas ada tiga juga ngontrak ke warga,” ungkapya. (irw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *