- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Pembangunan Uiii ditolak

  • Bagikan
Rumah bersejarah di cimanggis depok yang terancam digusur guna pembangunan salah satu universitas

Inilahdepok.id – Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UII) yang berlokasi di RRI, Cimanggis Depok menuai protes. Pasalnya di dalam area tersebut terdapat salah satu bangunan bersejarah Kota Depok yaitu Rumah Cimanggis, Depok, yang berasal dari abad ke-18. Menurut Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok, rencana pembangunan UIII tidak sejalan dengan amanat UU No. 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya yang melindungi dan ingin melestarikan bangunan bersejarah.

“Di tengah upaya warga Depok memperjuangkan penyelamatan situs-situs sejarah, Pemerintah Pusat malah merencanakan akan membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII),” ujar Koordinator Bidang Edukasi Publik FKH, Didit kemarin.

Pihaknya mengkhawatirkan UIII akan berimbas pada desakan terhadap ke keberlanjutan Kota Hijau. FKH menyayangkan rencana pemerintah pusat yang terkesan terburu-buru dalam membangun UIII, tanpa mengindahkan aspek keberlanjutan kota.

“Kami mendorong kepada Pemerintah Kota agar mempertimbangkan ijin pendirian bangunan tersebut. Apalagi secara peruntukannya, belum ada perubahan mengenai RTRW untuk kawasan yang sedianya akan dibangun UIII tersebut,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, rencana peletakan batu pertama pada Kamis (21/12) yang belum memiliki legalitas formal terhadap perubahan aturan mengenai RTRW tersebut. Baik aturan perundangan, maupun Peraturan Presiden (perpres)-nya.

Didit memaparkan sedikit sejarah mengenai Rumah Cimanggis. Bangunan tersebit dibangun pada abad ke-18, yaitu masa pemerintahan Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra (1761-1775). Bangunan Rumah Cimanggis bergaya arsitektur khas Batavia abad ke-18, terutama Indische Woonhuis pada kusen yang bergaya renaissance dengan ukiran ‘rokoko’ atau ‘louis quinze’.

“Rumah Cimanggis adalah satu-satunya bangunan yang tersisa yang dapat memperlihatkan kaitan antara sejarah Batavia dengan Depok. Karena umurnya yang tua dan sejarahnya yang kaya, membuat rumah Cimanggis suatu artefak sejarah yang sangat bernilai. Bukan hanya masa VOC tetapi juga masa Sukarno yang menjadikannya rumah transit kala menuju istana Bogor atau Cipanas,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan penyelamatan situs bersejarah dan pemeliharaan lingkungan, pihaknya akan membuat petisi untuk RTH dan penyelamatan situs bersejarah.

“Rencananya pada Kamis (21/12) sekitar pukul 08.00 WIB kami akan buat petisi di Gerbang RRI sebelah RS Sentra Medika. Dengan harapan, pemerintah dan juga masyarakat mau menjaga situs bersejarah yang jumlahnya saat ini sudah langka,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *