- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Kejaksaan Depok Terima Pelimpahan Kasus First Travel

  • Bagikan
Kejaksaan depok terima pelimpahan kasus first travel

inilahdepok.id – Penyidik Bareskrim Mabes Polri melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus First Travel ke Kejaksaan Negeri Depok. Dalam kasus penipuan umrah murah ini, ditetapkan tiga tersangka yaitu Andhika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

Ketiganya tiba di Kejaksaan Negeri Depok sekitar pukul 11.10 WIB dikawal petugas. Ketiganya berada dalam mobil yang sama yaitu Toyota Innova Hitam B 910 JAY. Ketiganya mengenakan baju warna orange bertuliskan tahanan. Begitu turun dari mobil, Annisa yang mengenakan penutup kepala warna pink hanya diam saja saat ditanya.

Wanita yang sempat masuk dalam Majalah Forbes Indonesia sebagai wanita inspiratif ini hanya tersenyum ketika ditanya kabar dan kondisinya. Anniesa pun langsung masuk ke ruang penyidik di Kejaksaan Negeri Depok. Termasuk juga Kiki yang juga masuk ke ruangan tanpa berkata sedikitpun.

Berbeda dengan Andika yang sempat menjawab pertanyaan wartawan. Direktur Utama First Travel itu masih mau menjawab walaupun hanya sedikit.

Andika menuturkan, kasus yang menimpanya itu akan bisa diselesaikan. Pihaknya mengaku ingin berdamai atas kasus tersebut. “Ya kita inginnya damai,” katanya, Kamis (7/12/2017).

Dirinya bahkan mengaku akan bertanggungjawab terhadap puluhan ribu jemaah. Walaupun terjerat kasus, Andika mengaku akan memberangkatkan 50.000 jemaah. “Kalau soal tanggung jawab saya siap dan pasti tanggung jawab. Saya siap memberangkatkan 50 ribu jamaah. Kita ikuti saja prosesnya bagaimana,” ucapnya sembari masuk ke ruangan.

Sementara itu Rusdianto Matulatua selaku kuasa hukum menuturkan, proses pelimpahan berkas dan tersangka ini merupakan suatu proses dari bagian perkara yang harus dijalankan. Dikatakan, proses penyidikan dan penyelidikan pihak kepolisian dianggap sudah selesai sehingga berkas dinyatakan sudah lengkap (P21). “Pihak kejaksaan tentunya berkepentingan untuk menghadirkan tersangka dikejaksaan untuk dilakukan tahap 2,” katanya.

Dalam proses tahap 2, kata dia, adalah mekanisme hukum acara terjadinya pelimpahan tanggung jawab dari pihak kepolisian ke pihak kejaksaan. Sehingga saat kini orang yang ditahan menjadi tanggung jawab daripada kejaksaan untuk dilakukan penuntutan. Selain pelimpahan tersangka, Bareskrim juga melimpahkan beberapa barang bukti kasus tersebut seperti mobil tersangka First Travel dan surat-surat berharga lainnya. “Hari ini diserahkan tersangka plus barang bukti fisik seperti beberapa mobil dan surat-surat. Sekarang lebih fokus pada suatu alat bukti yang sifatnya fisik,” paparnya.

Dikatakan, besar harapan pihaknya tidak pailit dalam proses pengadilan niaga yang masih dijalankan. Pasanya, jika keputusan pengadilan niaga mempailitkan First Travel akan sulit memberikan kopensasi terhadap 50 ribu jamaahnya untuk diberangkatkan umroh. “Kami membutuhkan dana untuk kami merekstrukturalisasi kembali perusahaan First Travel. Dari sisi ini sudah banyak investor. Namun, tidak dapat disebutkan siapa saja investornya,” katanya.

Selain investor, pihaknya juga telah menyiapkan vendor sebagai salah satu penyedia jasa untuk perjalanan umroh di Arab Saudi. “Jadi hal yang berkaitan dengan pemberangkatan sebenernya 65-70% sudah oke. nah, kami hanya menunggu putusan homologasi (Pengesahan rencanan perdamaian yang berisi jangka waktu pembayaran, red),” ucap dia.

Dirinya berharap, jika pihak kepolisian dapat memberikan keputusan yang mampu dirasakan manfaatnya bagi seluruh korban. “Jika pihak kepolisian hanya ingin melihat ini dari sisi kacamata kuda hanya pada proses pemidanaaanya, maka uang Rp 40 milyar akan tertahan untuk projustitia ini dalam waktu 3-5 tahun dan disita oleh pihak kepolisian itu kan ada uang yang juga merupakan uang jamaah,” tukasnya.

Saat ini, jaksa sedang melakukan pemeriksaan berkas yang telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh penyidik. Pihak Kejaksaan Negeri Depok hingga kini belum bisa dimintai keterangan detil. “”Nanti kalau sudah (lengkap) baru saya beri statemen,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari.(cz/id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *