- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Enam Pengajaran Intelejen Dipritotaskan

  • Bagikan
Enam Pengajaran Intelejen Dipritotaskan

Inilahdepok.id-Gedung Pusdiklat Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) di Kelurahan Cimpaeun, Tapos, diresmikan kemarin. Diatas lahan 9.600 meter gedung yang dibangun 2016 ini, dapat mengajarkan enam prioritas intelejen.

Menko Polhukam RI, Wiranto yang ikut hadir mengatakan, sekarang ini kejahatan sudah terorganisir baik dalam tindak pencucian uang, maupun terorisme. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang ahli dibidangnya cukup professional untuk mengatasinya.

Menurutnya, mengantisipasi modus teknologi kejahatan khususnya dalam kasus pencucian uang, dan terorisme berbasis cyber sudah banyak belajar menggunakan internet. Sehingga dibutuhkan kemampuan SDM dengan Human Capital dapat ditinjau lebih tinggi dalam kemampuan analisis dan langkah yang tepat.

Terkait gedung Pusdiklat APU–PPT ditempatkan di Kota Depok, kata dia, keberadaan Pusdiklat APU-PPT terbilang terlalu terpencil. Tapi dengan lokasi yang terpencil ini juga sudah sesuai yang dibutuhkan intelejen.

“Semestinya jika memilih tempat pendidikan bagi intelejen tidak boleh terbuka. Ini sudah bertaraf standar internasional,” tegas Wiranto kepada awak media usai meresmikan Gedung APU-PPT di Kelurahan Cimpaeun, Tapos.

Dalam peresmian gedung pusdiklat APU-PPT, hadir Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dan Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae, Walikota Depok Mohammad Idris dengan pemukulan gong dilanjutkan pengguntingan pita dan penandatangani batu prasasti.

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin memaparkan, gedung ini dibangun pada 2016 lalu diatas lahan dengan luas 9.600 meter. Digedung ini sebagai pusat pendidikan dan pelatihan anti pencucian uang, dan pendanaan terorisme pertama dan menjadi rujukan di wilayah Asia Tenggara.

” Pusdiklat Institut Keuangan Indonesia atau memiliki nama lain Indonesian Financial Intelligence Institute (IFII) memiliki fasilitas seperti ruang kelas, ruang rapat, fasilitas olahraga, asrama dan laboratorium komputer dan bahasa,”jelasnya.

Agus menyebutkan, ada enam hal menjadi prioritas pengajaran di Pusdiklat ini. Antara lain, pelaporan transaksi keuangan bagi penyedia jasa keuangan, penyedia barang atau jasa lain, profesi, FATF Recommendations dan Metedologi Penilaian FATF, Diklat Teknis Audit Khusus, Audit Kepatuhan Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Hukum Pidana Materil dan Formil.

Lalu sebut dia lagi, pengetahuan tindakan pidana pencucian uang, Tipologi dan Antisipasi Tren Kejahatan di Bidang Pencucian Uang.

Ia berharap, pusdiklat ini dapat menciptakan SDM di lingkungan PPATK dan stakholder mampu memberikan ilmu dan keterampilan. Tentang pembangunan rezim anti pencucian uang efektif di Indonesia.

”Kami harap tidak ada lagi kasus pencucian uang di negara ini,” tutupnya. (ctr/id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *