Jemaah first travel kembali datangi kantor di radar auri

Ribuan Dana Korban First Travel Sulit Dikembalikan

inilahdepok.id – Puluhan korban First Travel kembali mendatangi kantor di Jalan Radar Auri Depok. Mereka ingin meminta kejelasan pada pengelola. Karena setelah bos First Travel ditangkap, banyak jemaah yang mendatangi kantor di Jalan Radar Auri Cimanggis Depok. Puluhan korban yang gagal berangkat itu mendatangi kantor untuk mengambil berkas berupa paspor dan buku kuning.

Mereka juga ingin mendapat penjelasan dari pihak First Travel. Namun mereka harus menggigit jari lantaran perwakilan Fist Travel satu pun tidak ada di kantor. “Saya datang jauh-jauh dari Pulo Gebang mau ambil dokumen agar uang bisa dikembalikan. Tapi nggak ada satu pun orang di dalam. Kesel saya, pagi-pagi sudah kesini tapi kosong. Kemarin saya disuruh kesini loh katanya bisa diambil dokumen,” kata Komarudin, salah satu jamaah, Kamis (10/8/2017).

Bacaan Lainnya

Dia gagal berangkat bersama tiga anggota keluarganya. Mereka dijanjikan berangkat pada April-Mei 2017. Dia sudah menyerahkan paspor sejak November 2016. Tapi hingga April 2017 dirinya belum juga diberangkatkan. “Saya ternyata nggak jadi berangkat. Nah pas percaya sudah ditipu itu pas tahu ijinnya dicabut,” jelasnya.

Karena gagal berangkat dia pun meminta agar uang dan dokumennya dikembalikan. Karena jika hendak pindah biro perjalanan harus menyertakan paspor. “Saya cuma pengen uang saya kembali. Susah loh kumpulin duit. Meski orangnya sudah ditangkap, saya ingin uang kembali,” tandasnya.

Jamaah First Travel lain yakni Deden Supriatna merasa geram karena harapan pengembalian uang kini semakin tipis. Pasalnya saat ini kedua pemilik travel sudah ditangkap aparat kepolisian. “Saya dengar mereka sudah ditangkap. Sekarang saya hanya bisa pasrah aja. Jalur hukum saya sedang pikirkan, mau dilaporkan atau bagaimana,” katanya.

Ia mengaku sudah beberapa bulan belakangan berupaya agar uang refund didapatkan. Dirinya merasa bingung mencari siapa yang bisa dihubungin dari pihak travel. “Saya mau nemuin orangnya sekarang nggak pernah ada. Sekalinya pernah diketemuin dengan syarat koper dikembalikan, kemudian refund bisa kembali dengan maksimal waktu 90 hari kerja. Tapi lama kelamaan kok perkembangannya semakin nggak jelas,” jelasnya.

Dia mengaku pasrah dengan keadaan kantor First Travel yang sudah sepi. Tidak ada lagi orang yang bisa dimintai penjelasan terkait nasib uang refund. “Satpam nya juga nggak ada, kosong. Sama siapa kita bisa ngomong kalau begini,” ucapnya.

Deden mengaku belum mengambil langkah hukum terkait kasus tersebut. Namun beberapa jamaah lain sudah ambil jalur hukum dengan melaporkan First Travel ke kepolisian. “Saya mau nunggu nih batas maksimal waktunya kan 90 hari kerja. Nanti lihat gimana. Untuk jalur hukum saya ada niat itu kalau setelah 90 hari kerja ini tidak membuahkan hasil,” katanya.

Deden tadinya berencana akan berangkat umroh dengan 18 orang keluarganya yang lain. Ia sudah menyetor sebesar Rp 14.300.000.¬† “Saya dijanjikan berangkat bulan Mei 2016, kemudian mundur terus hingga November sampai sekarang,” jelasnya.

Sebelumnya dia tidak menaruh kecurigaan terhadap First Travel karena bimbingan ibadah haji tersebut dinilai bagus dan terpercaya. Berdasarkan pengalaman kerabatnya pelayanan biro ini bagus. “Diberangkatkan juga dengan fasilitas kelas nomer satu. Nah lantaran itu saya tertarik dan ikut promo umroh 2017, tapi ternyata seperti ini. Saya disini cuma ingin hak-hak saya kembali, kembali kan uang kami meski mereka sudah ditangkap,” tutupnya.(cz/id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *