Atlet BMX Cros Muda Asal Depok Raih Beberapa Juara Nasional

Atlet BMX Cros Muda Asal Depok Raih Beberapa Juara Nasional

Atlet BMX Cros Muda Asal Depok Raih Beberapa Juara Nasional, Tapi Kurang Perhatian Pemkot ….

Inilahdepok.id- Atlet BMX Cross Usia Dini kelahiran Depok, Shahnaz Gunantika Mumtaz (11) menjadi Juara Nasional BMX Cross untuk kategori Challenge Girl 11-12 tahun, Minggu (16/7).

Raihan ini dicapai Shahnaz setelah merebut medali emas pada Kejuaraan Nasional  (Kejurnas) BMX Cross 2017 yang menjadi agenda resmi PB ISSI sekaligus terdaftar dalam agenda internasional UCI (Uni Cycliste Internationale).

“Event tahunan ini merupakan event nasional paling bergengsi, di mana dari event ini akan diperoleh line up pebalap Indonesia terbaik di kelasnya masing-masing,” kata Gilang Gumilang, ayah sekaligus menejer dari Shahnaz Mumtaz, kepada awak media, Rabu (19/7).

Perjalanan Shahnaz menjadi Juara Nasional terlihat mulus sejak awal. Ia bisa mengatasi kecepatan dan agresivitas rival terberat, sekaligus sahabatnya dari Blitar, Jawa Timur, Mieke Jian Nanda. Pebalap muda yang menjadi kebanggaan kota Blitar ini menempati posisi ke-dua nasional.

Salah satu kandidat juara lainnya di kelas ini adalah Latifah, pebalap dari Jepara, Jawa Tengah. Namun Latifah yang bermain ngotot sempat crash di moto pertama yang membuatnya berada di posisi ke-tiga nasional.

Sementara itu, pebalap lain yang dianggap bisa menjadi kuda hitam adalah Raisya Rahmadani dari ISSI Kota Probolinggo, Jawa Timur. Namun Raisya masih belum mampu mengimbangi kecepatan dan kualitas teknik yang dimiliki Shahnaz, Nanda, dan Latifah.

Pencapaian Shahnaz Mumtaz di event ini membuatnya tampil maksimal sepanjang tahun 2017. Bulan April lalu, Shahnaz menjadi juara pertama di event skala internasional, Banyuwangi International BMX Supercross 2017 UCI C1, Banyuwangi, Jawa Timur, yang diikuti pebalap-pebalap  mancanegara. Event ini masuk dalam kategori kelas 1 UCI, atau disebut UCI C1.

“Kejurnas dan Banyuwangi International BMX Supercross menjadi dua event dengan standar tertinggi di Indonesia untuk saat ini. Keduanya menjadi tolok ukur kemampuan seorang atlet,” kata Gilang.

Shahnaz juga menjadi Juara pertama di Battle of Satharlan 5, lomba BMX Fourcross dalam rangka memeringati HUT TNI Angkatan Udara, di Satharlan Bike Park, Jakarta.

Sementara di disiplin  road, Shahnaz menjadi juara pertama di kategori BMX Road (selama empat tahun berturut-turut) di Jawa Barat, sekaligus menjadi juara pertama pada kategori Road bike Kadet Putri.

Di balik kesuksesan Shahnaz, tidak ada yang tahu bahwa pebalap Depok ini terkatung-katung di terminal bus Jogya, lantaran tiba pukul 03.00 pagi, sehari sebelum babak penyisihan (moto) dimulai pada hari Sabtu (15/7).

Ia yang berangkat bersama kompatriotnya, Raiden Raga, dikawal oleh Adam Dwi (ayah Raiden), yang sebenarnya sudah memesan kamar di mess Youth Center, Jogya, tempat Kejurnas berlangsung.

Tapi karena datang terlalu pagi, dan karena panitia belum siap, maka Shahnaz dan Rai, terpaksa harus tidur seadanya.

“Sedih. Berbanding terbalik dengan pebalap lain yang fasilitasnya luar biasa. Mereka diantar oleh pemerintah daerah masing-masing, pun bisa tidur di hotel berbintang,” kata Gilang.

Kondisi serupa dialami Shahnaz ketika berlomba di event internasional Banyuwangi.

Ketika pebalap daerah lain tetap bugar karena naik pesawat, Shahnaz menempuh perjalanan sehari semalam via darat menggunakan bus. Pun,  ia dan timnya tidur di rumah penduduk untuk mengurangi budget.

Yang lebih miris, hingga saat ini, belum pernah sekalipun Shahnaz mendapatkan ucapan selamat dari instansi atau pun pejabat di kota Depok, meski telah dua kali mendatangi kantor  Pemerintah Kota Depok maupun KONI Kota Depok (yang saat itu kepengurusannya belum terbentuk).

“Ya begitulah faktanya,” kata Gilang. Ia bahkan bungkam saat ditanya perbandingan perlakuan pemerintah daerah lain pada pebalap-pebalapnya, yang prestasinya di bawah Shahnaz.

“Mungkin mereka masih sibuk sehingga belum sempat menerima Shahnaz. Tak apa,” kata Gilang.(vip/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *