- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Mahasiswa berkebutuhan khusus gundar dibully temannya

  • Bagikan
Universitas Gunadarma Skorsing Mahasiswa Pembully Farhan

Inilahdpok –  Muhammad Farhan, mahasiswa Universitas Gunadharma mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari temannya. Mahasiswa berkebuthan khusus itu dibully oleh temannya sendiri. Bahkan adegan itu direkam dan diunggah di sosial media.

Dalam vidio berdurasi sekitar 15 detik itu, Farhan dibully sekitar tiga temannya yang berjenis kelamin laki-laki. Tas Farha ditarik-tarik ketika hendak jalan seorang diri. Farham berupaya melawan tapi salah satu teman pembully berkemeja hitam terus menariknya.

Sedangkan dua mahasiswa lainnya hanya ketawa-ketawa melihat Farhan. Bahkan sejumlah mahasiswa lain yang ada di sekitarnya hanya bertepuk tangan melihat kejadian itu.

Setelah lepas dari cengraman temannya, Farhan pun pergi. Namun dia sempat melempar tong sampah ke arah pembully.

Vidio ini pertama kali diposting di IG story dengan akun @julliocrazy. Kemudian banyak orang ikut memposting dan kini menjadi viral.

Atas kejadian dalam vidio itu, banyak dikecam netizen. Bahkan saat ini Kampus Gundar Margonda didatangi sejumlah organisasi yang peduli akan anak berkebutuhan khusus.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementrian Sosial, Nahar mendatangi Universitas Gunadharma di Jalan Margonda Raya Depok. Ini sebagai tindaklanjut soal bullying yang menimpa Muhammad Farhan, salah satu mahasiswa Gundar. Pihaknya ingin memastikan duduk persoalan kasus ini. Saat ini pihak kampus sudah mengambil langkah penanganan. “Hari ini dipastikan korban dan pelaku dipertemuukan,” kata Nahar.

Atas kejadian ini kata dia, ratusan disabel memprotes keras. Dan protes itu sudah disampaikan secara tertulis. Pihaknya dengan perwakilan organisasi yang peduli hal disabel juga sudah bertemu dengan pihak kampus. “Memberikan solusi bahwa ini diproses sesuai aturan,” tukasnya.

Dia juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang karena ini membuat banyak pihak terluka. Menurutnya dalam UU No 8 tahun 2016 sudah dijelaskan bahwa unit pelayanan disabel harus ada. “Unit itu yang akan memecahkan persoalan semacam ini nantinya. Ini jadi peringatan seluruh pihak yang berkaitan dengan pemenuhan hak untuk segera dipenuhi,” paparnya.

Dalam pasal 145 UU No 8 tahun 2016 kata dia disebutkan bahwa ada sanksi pidana pada pelanggar yang tidak menghormati kaum disabel. Bahkan Nahar menyebut Universitas Gunadharma belum ramah terhadap kaum difabel. Padahal UU telah mengatur hal itu. “UU in dikeluarkan tahun 2016. Diharapkan dua tahun setelah dikeluarkan semua harus sudah memenuhi target,” tukasnya.

Atas kejadian itu pihak kampus langsung melakukan investigasi internal. Bahkan kampus juga meminta maaf atas kejadian itu. “Universitas Gunadarma menyesali dan prihatin atas kejadian ini, dimana seorang mahasiswa berkebutuhan khusus diganggu atau diperlakukan sangat tidak baik oleh teman sekelasnya,” kata Wakil Rektor III Bidang Menahasiswaan, Irwan Bastian.

Pihaknya sudah mengambil sikap dan menugaskan Wakil Dekan III dan Tim Bidang Kemahasiswaan, untuk mengindentifikasi dan mengumpulkan data-data atas kejadian ini dengan cepat dan besok akan melaksanakan pemanggilan sejumlah mahasiswa yang melakukan tindakan bully tersebut dan juga akan dipanggil orang tuanya. Sehingga kasus ini dapat tertangani dengan baik sesuai dengan Tata Tertib Kehidupan Kampus.

Sejauh ini Civitas Akademika Universitas Gunadarma sangat mendukung dengan baik terhadap studi mahasiswa berkebutuhan khusus seperti autis dan disabilitas, terbukti banyak mahasiswa yang berkebutuhan khusus tersebut mampu menyelesaikan studinya dengan baik dan dilantik khusus pada saat wisuda Universitas Gunadarma.

Irwan menambahkan, mahasiswa yang melakukan tindakan bullying juga sudah mendatangi rumah korban dan meminta maaf. “Namun kampus tetap menerapkan sanksi sesuai Tata Tartib Kehidupan Kampus,” tandasnya.

Pihak kampus akan menjatuhkan sanksi bagi para terduga pelaku. Namun soal bentuk sanksi yang diberikan belum dijelaskan. “Sesuai dengan aturan, ada sanksi yang diberikan. Bentuknya apa belum bisa diputuskan sebelum selesai (investigasi),” kata Irwan.

Pihaknya masih terus mendalami semua keterangan dari saksi, pelaku dan korban. Pihaknya juga akan mencaritahu soal kebenarannya. Sejauh ini jumlah pelaku bully terhadap Farhan ada tiga orang. “Namanya saya kurang detil. Tapi sudah ada tiga orang,” tukasnya.

Pihaknya mengaku tidak main-main terhadap perilaku yang mencemarkan nama baik kampus. Oleh karenanya sampai saat ini proses investigasi masih dilakukan. “Sedang diinvestigasi. Pelaku sudah datang ke rumah korban dan teman sekelas sudah menyampaikan penyesalan dan minta maaf,” paparnya.(cz/id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *