Panwaslu Depok Agustus Dipastikan Dilantik

Inilahdepok.id-  Pelaksanaan seleksi Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Depok saat ini sudah menjalani tahapan kedua yaitu ujian tertulis yang dilaksanakan di IPDN Jatinagor, Jawa Barat. 

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum  Jawa Barat, Hermanus Kotto, mengatakan sudah selesai tes ujian tertulis yang diikuti 325 peserta dari kota dan kabupaten se- Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

“Pelaksaan ujian tertulis sudah, setelah itu tahapan ketiga yaitu wawancara,” kata Kotto kepada inilahdepok.id, Sabtu (15/7).

Mereka yang mengikuti ujian tes tertulis ini yang sudah lulus adminitrasi. Lalu, khusus peserta Kota Depok ada 17 peserta yang mengikuti ujian tersebut.

“Sesuai data di web Bawaslu ada 2000 ribu lebih peserta di awal pendaftaran se- Jawa Barat,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa nanti setelah tes wawancara oleh tim seleksi (Timsel) akan dikerucutkan menjadi enam peserta.

“Setelah itu dipilih tiga orang oleh timsel yang berjumlah 10 orang,” tuturnya.

Seleksi Panwaslu kota dan kabupaten ini, tegas dia, tidak ada praktik titip menitip.

Bahkan, pelaksaan seleksi ini dilakukan oleh pakar independen.  Terlebih kata dia selekai panwaslu ini akan berakhir Juli.

“Tim sel benar-benar bekerja selama dua bulan ini, Agustus sudah mulai dilantik,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna meminta agar timsel harus benar-benar transparan dan  selektif dalam menjaring setiap calon yang ada. Sehingga nantinya dapat dipercaya publik.

Sehingga, kata dia, pelaksaan Pemilu kedepan: Pileg, Pilkada, dan Pilres, bisa sesuai peraturan. Tentangan Pemilu, ujarnya, sangatlah berat.

“Lembaga penyelenggara pemilu harus digawangi oleh orang-orang yang ideal. Jangan asal saja,” ungkap Pradi.

Politikus Partai Gerindra itu menginginkan dalam pelaksaan seleksi Panwaslu, harus benar-benar memilih orang yang berintegritas, berkualitas, dan intelektual. Bahkan, semua persyaratan harus dipenuhi, seperti syarat pendidikan yang minimal S-1, harus dipenuhi oleh seluruh peserta.

“Aturan harus dipenuhi, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tegas dia.

Bahkan,  dia akan melakukan protes keras jika ada salah satu peserta seleksi ini lolos dengan syarat administrasi yang kurang maupun lainnya. “Kalau memang dilanggar, saya akan melakukan protes. Pasti itu,” terangnya Pradi.

Terlebih, dia mengatakan, jangan sampai nanti adanya peserta titipan. Karena ini menyangkut kepentingan bersama terutama dalam hal transparasi politik. Semua harus netral dan fair serta terbuka tanpa ada titip menitip.

“Hari gini masih ada titipan. Udah gak zaman bro,” pungkasnya. (vip/id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *