Demi keamanan, pakar IT ITB dipindah ke RSPAD

RSPAD Gatot Subroto

Inilahdepok.id – Demi alasan keamanan, Hermansyah, pakar telematika ITB dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Sebelumnya dia menjalani operasi dan perawatan di RS Hermina Depok pasca ditikam orang tak dikenal di Tol Jagorawi KM 6. “Dipindah ke Gatot Subroto karena alasan keamanan. Soalnya kami tidak tahu secara pasti motif penyerangan pelaku apa. Jadi dipindah,” kata Teuku Gandawan, kerabat Hermansyah.

Dikatakan, keluarga tidak ingin mengambil sehingga harus memindahkan perawatan Hermansyah ke RSPAD. Hal itu dilakukan karena keluarga merasa lebih aman disana. “RS Hermina ini kan rumah sakit umum. Tidak mau ambil resiko,” tukasnya.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, kondisi Hermansyah membaik paska operasi. Dia hanya perlu istirahat banyak untuk pemulihan. “Masih harus recovery,” paparnya.

Lebih lanjut dia dan keluarga berharap agar kasus ini bisa segera diusut tuntas. Sehingga bisa diketahui pelakunya. “Itu jalan tol, jam segitu kendaraan belum ramai. Jadi bisa diidentifikasi melalui CCTV jalan tol. Jam-jam yang dimaksud saksi dan mobil jenis demikian bisa terlihatlah,” tukasnya.

Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta, Abdi Munif menilai pergaulan Hermansyah cukup baik. Dia dan Hermansyah sering berkomunikasi membahas soal bisnis. Dia pun kaget mendengar kabar yang menimpa Hermansyah. “Orangnya enak, sebelum kejadian kemarin masih kontak dan janjian ketemuan Senin,” kata Abdi.

Dia tidak mengetahui apakah Hermansyah ada persoalan dengan orang lain atau tidak. Namun dengan teman-temannya dia tidak ada masalah apapun. Dalam ikatan alumni pun Hermansyah cukup aktif. “Dia sering memberikan masukan. Dia lebih memberi masukan kepada isu-isu yang berkembanglah, diakan ahlinya IT,” tukasnya.

Mengenai kondisi Hermansyah, sambung dia, secara umum membaik. Dirinya mengaku sempat berbincang dengan keluarga Hermansyah. “Saya sempat ngbrol dengan pihak keluarga memang dia sempat pingsan juga seperti itu,” katanya.

Atas kejadian ini dia dan alumni meminta agar segera diusut tuntas dan cepat. Selain itu bisa terungkap pula pelaku dan motifnya. “Supaya tidak berkembang yang macam-macam,” ucapnya.

Menurutnya, kejadian apapun ini adalah kekerasan sehingga polisi diminta memberi jaminan untuk meningkatkan perlindungan kepada warga. “Khususnya kebetulan Herman ini aktivis kritis terhadap beberapa hal, nah itu perlu diberi jaminan,” harapnya.

Sementara itu rumah Hermansyah yang terletak di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Depok terlihat sepi. Demikian halnya rumah orang tua Hermansyah di Kampung Lio, Pancoran Mas Depok.

Ketua RT 004/RW 002, Widodo mengatakan, warganya sudah berangsur membaik. Perlahan, Hermansyah sudah bisa bicara sedikit. “Kondisinya sudah membaik katanya, dia sudah bisa diajak bicara. Tadi yang cerita kakak sepupunya, Bu Dewi namanya,” katanya.

Dirinya tidak bisa berkomentar banyak karena sudah diberi pesan oleh pihak keluarga. Segala keterangan telah dilimpahkan pada kuasa hukumnya. “Mereka bilang begitu, katanya kalau mau keterangan ke pengacaranya aja,” pungkasnya.(cz/id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *