Rudi Ngaji Bareng Warga Khatamkan Alquran Tiga Hari

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok, Rudi Kurniawan, ikut berbaur dengan tradisi baca Alquran selama tiga hari

Inilahdepok.id- Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok, Rudi Kurniawan, ikut berbaur dengan tradisi baca Alquran selama tiga hari. Ia ikut mengkhatamkan kita suci umat Islam itu di Situ Kancil, Kelurahan Curug, Bojongsari. 

“Datang diacara ini, secara pribadi diundang oleh panitia sebagai tamu,” kata Rudi Kurniawan kepada Inilahdepok.id.

Bacaan Lainnya

Sambil memengang Alquran, dia mengatakan, pelaksanaan pembacaan Alquran selama tiga hari ini memang sudah menjadi tradisi di masyarakat Kelurahan Curug tiap tahun selepas Lebaran. “Dihadiri para tokoh dan ulama setempat,” ucap Rudi.

Menurut Rudi, kegiatan rutin ditap tahunnya memang harus dijaga. Kalau perlu, dilakukan tiap RW di Kota Depok. Sehingga, kota Depok yang religius ini bisa diterapkan, artinya, wajah kota yang religius benar-benar nampak di kota ini.

Menurut dia, Hari Raya Idul Fitri banyak orang menyebutnya dengan hari lebaran merupakan hari kemenangan bagi setiap umat Muslim diberbagai belahan dunia. Dimana, setelah berjuang menahan hawa nafsu selama satu bulan penuh selama bulan Ramadan.

“Dalam merayakannya pun ada tradisi-tradisi turun temurun yang masih diwarisi hingga sekarang, seperti membaca Alquran selama tiga hari,” kata dia.

Ketua RW07, Zainudin, mengatakan bahwa tradisi ngaji tiga tersebut sudah merupakan tradisi turun temurun diwilayah Kelurahan Curug yang sudah menahun dilakoni warga sekitar.

“Memang setiap idul fitri ada pengajian di semua makam, di Curug, salah satunya di Makam Poncol, RW07, ini. Saya juga kurang tahu kapan awal mula dan ceritanya. Karena dari dulu emang begitu,” katanya.

Zainudin mengungkapkan pengajian dimulai sejak lebaran hari kedua yakni tanggal 26 Juni dan berakhir tanggal 29 Juni atau lebaran hari kelima.

Mekanisme pengajiannya yakni secara estafet dari Qoriah satu dengan yang lainnya. “Ngajinya sendiri sendiri, setiap Qoriah dapat kesempatan 1 kali ngaji selama 1 jam, kemudian digantikan Qoriah lain, berjumlah 25 Qoriyah,” lanjutnya.

Selama satu Qoriyah sedang mengaji di ruang khusus yang disediakan di saung yang terletak di makam tersebut. Qoriyah lainnya menunggu diluar sambil mempersiapkan diri untuk menerima giliran membaca Quran.

Pembacaan ayat Suci Alquran selama 3 hari 3 malam tersebut tujuannya, lanjut Zainudin, guna mendoakan para sanak saudara yang telah mendahului meninggalkan kewajibannya di dunia.

Lebih jauh Zainudin mengatakan, sistem pemilihan Qoriah yakni ditunjuk oleh panitia yang telah dibentuk beberapa hari sebelum lebaran tiba. “Penunjukkan qoriyah sudah menjadi tanggungjawab panitia pokoknya diambil dari warga sekitar RW07,” katanya.

Tahun ini para Qoriyah berhasil menghatamkan sebanyak tiga kali dan menurut Zainudin jumlah khatam Quran tersebut tidak tentu tergantung kecepatan sang Qoriyah dalam membacakan dan melantunkan ayat suci alquran.

“Pokoknya harus selesai tiga hari tiga malam,” katanya. (den/id)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *