Hmmm….Supir Angkot Bingung Penerapan AC

Angkutan Umum Kota Depok

Inilahdepok.id- Adanya rencana angkota kota (angkot) se- Jabodetabek harus mengunakan Air Conditinoner (AC) yang merupakan wacana  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai 2018 menuai tanggapan dari supir angkot di Depok.

Menangapi hal ini, para pengemudi  angkot merasa bingung apabila kebijakan tersebut diterapkan di Kota Depok.

Bacaan Lainnya

Salah seorang sopir D-03 jurusan Depok-Parung, Jaja Juhana mengatakan, kebijakan Kemenhub terkait angkot memiliki AC dinilai terlalu berat. Menurutnya, apabila angkot memiliki pendingin udara, akan terjadi kenaikan tarif guna menyesuaikan trayek.

“Kalau pakai AC otomatis tarif akan naik karena ada tambahan biaya pengeluaran,” ujar Jaja, kepada Inilahdepok.id, Selasa (4/7).

Selain penambahan tarif, kata Jaja, otomatis pintu angkot tidak lagi terbuka seperti saat ini.
“Itu akan membuat penumpang bingung, karena setiap angkot yang tidak menarik penumpang, sopir umumnya akan menutup pintu sebagai pemberitahuan,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Sri Utami, mengatakan, program pemerintah pusat itu harus direspon positif saja.

Khususnya, untuk angkot di Kota Depok harus bisa menjawab  problem transportasi kota seperti aksestabilitas dari hunian ke pusat-pusat kegiatan harus ada, biaya yang terjangkau, kenyamanan, dan keamanan bagi pengunan jasa angkot.

“Angkot ber-AC haris bisa menjawab kebutuhan masyrakat tesebut, dari 4 tahun terakhir hal itu nyaris dipenuhi oleh sepeda motor, Makanya masyarakat lebh banyak memilih moda transportasi tersebut,” ungkap Sri, kemarin.

Sri mengatakan,untuk  menyangkini  atau mengembalikan moda trasportasi angkot dilirik pengunanya, saran dia, pengelolaan angkot sebaiknya dikelola oleh badan hukum koperasi, sehingga pembinaannya lebih mudah. Namun, meski begitu pihak koperasi harus benar mengelola secara baik. 

“Khususnya di Depok ya, bisa melalui  menertibkan atau mengelolanya lebih mudah. Misal waktu-waktu  keberangkatan, halte  pemberhentian, trayek semua harus dikelola dengan disiplin. Pembinaan dan penjatuhan sanksi juga lebih akan lebih mudah,” bebernya. 

Agar pelaksanaan lebih sesuai dengan konteks lokal maka Dishub Kota Depok perlu membuat kajian lebih dalam.  Sehingga, diharapkan akan menarik minat masyarakat  beralih ke angkot.

“Sehingga, juga  diharapkan dapat mengurangi kemacetan secara signifikan,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Azhari pun menyetujui rencana angkot mengunakan AC. Tujuannya, sambung dia, untuk pelayanan para pengunan jasa moda tersebut.

” Bangus, demi kenyamanan penumpang,” kata dia.

Sebab itu, bila peraturan ini diterapkan di 2018 tentunya harus dilakukan dan di jalankan.

“Yang namanya aturan wajib di taati, Dishub sendiri bagaiman mengimplementasikanya,” katanya. (vip/t/id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *