Tersangka Penipuan Tanah Bawa Lari Mobil Tahanan, Bonyok Diamuk Masa

Ilustrasi

inilahdepok.id- Tahanan kasus penipuan tanah melarikan diri menggunakan kendaraan tahanan Kejaksaan Negeri Kota Depok. Tahanan yang kabur itu bernama Ari Wicaksono yang dibawa dari RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur ke Pengadilan Negeri Depok. 

Namun ketika di perjalanan tersangka melarikan diri. Mobil tahanan Toyota Hilux warna hijau tua yang dikendarai petugas kejaksaan dibawa lari saat melintas di Jalan KSU.

Bacaan Lainnya

Saat itu sopir mobil berhenti di tengah jalan karena hendak membeli minum. Hal ini dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri.

Dia pun mengemudi mobil tahanan secara ugal-ugalan. Ketika berada di Jalan Juanda arah Margonda tiba-tiba mobil melompati separator dan menabrak mobil lain.

Kemudian pelaku melaju sampai dekat Jalan Keadilan dan kembali menyebrang separator. Pelaku hendak menuju Jalan Raya Bogor namun melawan arah di jalur menuju Margonda.

Akibatnya sebanyak empat mobil rusak ditabrak pelaku. Setelah menabrak empat mobil dan dikejar polisi dari Polresta Depok akhirnya tersangka akhirnya bisa dilumpuhkan di Jalan Keadilan Ujung.

Kemudian tersangka dihajar warga dan beberapa korban motor yang hendak ditabrak. Warga kesal karena tersangka berkendara secara ugal-ugalan. Petugas yang mengejar sempat melepas tembakan ke udara sebanyak dua kali.

“Tadi dengar ada dua kali tembakan tapi nggak kena ke orangnya,” kata Safa, salah satu warga yang melihat kejadian.

Mobil tahanan yang dibawa lari Ari pun akhirnya bisa diberhentikan. Mobil B 7063 UQ itu dalam kondisi rusak karena menabrak banyak kendaraan. “Tadi ditelanjangin orang-orang karena kesal. Terus dipukulin warga. Polisi langsung bawa ke mobil polisi,” tukasnya.

Maimunah, salah satu korban yang mobilnya ditabrak mengaku kaget ketika tiba-tiba ada mobil yang melompati separator dan menabrak mobilnya. Akibatnya mobilnya mengalami rusak parah di bagian depan kanan. Bahkan ban mobil depannya pecah serta velgnya hancur. “Saya kaget tahu-tahu mobil itu nabrak saya,” katanya.

Yayan, salah satu driver ojek online juga mengaku kaget karena hampir ditabrak tersangka. Dia pun mengejar mobil itu sampai akhirnya dicokok. “Saya nggak tahu kalau itu tahanan. Saya ngejar karena kesal mau ditabrak,” katanya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari mengaku tahanan yang kabur itu seharusnya menjalani persidangan di PN Depok sore ini. Tersangka duduk di bagian belakang mobil dengan pengawalan empat orang. “Namun dia berhasil melumpuhkan pengawal. Staf kami terlempar dan dia mengambil alih mobil (melarikan diri),” katanya.

Menurut Sufari, tahanan yang dibawa pihaknya dalam kondisi diborgol. Namun dirinya mengaku tidak tahu mengapa tahanan itu bisa sampai melarikan diri. “Diborgol tapi bisa melawan. Petugas dalam mobil empat orang tapi bisa dia lumpuhkan,” ujarnya.

Kapolresta Depok Kombes Pol Herry Heryawan mengatakan pihaknya langsung melakukan pengejaran setelah menerima laporan itu. Setelah dicokok, tersangka dibawa ke Polresta Depok. “Tidak ada anggota yang dijaga. Untuk kelalaian kita akan periksa,” katanya.

Ditangkap Kurang dari Sejam

Puluhan polisi langsung dikerahkan untuk mengejar tahanan yang kabur menggunakan mobil kejaksan Negeri Depok. Anggota Unit Lalulintas Polresta Depok langsung melakukan penyekatan dengan menutup jalur di pintu keluar Jalan Juanda dekat Jalan Raya Bogor. “Di sana langsung kita tutup untuk melakukan penyekatan. Anggota yang sedang bertugas di Margonda langsung difokuskan ke Juanda,” katanya.

Anggotanya melakukan pengejaran menggunakan motor agar bisa menangkap tersangka. Penutupan sengaja dilakukan pihaknya agar kendaraan yang disisir tidak lepas. “Ditangkap kurang dari satu jam. Puluhan personil kita kerahkan kesini,” tukasnya.

Setelah berhasil menangkap tersangka pihaknya langsung mengatur lalulintas. Pasalnya arus lalin tersendat akibat peristiwa ini. “Saat ini sudah lancar dan kondisi sudah kondusif,” pungkasnya. (vip/id)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *