PSI Depok Deklarasikan Warnet Solidaritas, Gaet Komunitas Gamers

BERSATU : Komunitas Gamers Severn dan DPD PSI Kota Depok mendeklarasikan Warnet Solidaritas.

Inilahdepok.id-DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok mendeklarsikan Warnet Solidaritas dengan mengaet Komunitas Gamers Severn di kawasan Kecamatan Beji.

Ketua DPD PSI Kota Depok, Ferry Batara, menuturkan, warung internet atau warnet di Kota Depok menjadi  sorotan. Karena maraknya gengster motor yang melakukan tindak kriminal dengan latar belakar pelajar, menjadi warnet sebagai tempat berkumpul genster motor.

Maka dari itu, pihaknya mendeklarasikan Warnet Solidaritas.

“Ini harus disikapi lebih baik, meski Pemkot telah  mengeluarkan Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika. Perda ini disosialisasikan dengan tema Warnet Aman dan Nyaman. Namun setelah 2 tahun berjalan nyatanya belum merubah wajah Warnet menjadi Humanis,” ungkap Ferry, kepada inilahdepok.id.

Justri dengan adanya perda itu, yang mengatur melarang warnet dilarang beroperasi selama 24 jam, membuat dirinya mempertanyakan komitmen dan konsistensi pemkot Depok dalam mengatasi persoalan ini.

Lalu kata dia,  masih banyak warnet buka 24 jam. Ini kan bisa menyebarkan stereotype warnet, padahal untuk tindak kejahatan, sekelompok orang bisa saja menggunakan tempat selain warnet.

“Untuk mengakses situs porno dan bermain games juga tidak harus bergantung kepada Warnet. Lalu kenapa Warnet yang menjadi bulan – bulanan pemkot?. Lebih menarik lagi jika kita bahas wacana pendirian Warnet di Depok yang harus berizin dari Pemkot dan konten gamesnya pun ditentukan oleh Pemkot,” bebernya.

Pelarangan terhadap Warnet ini, sambung dia,  membuktikan kefrustasian, mengendalikan teknologi dan informasi yang sebenarnya berwajah Janus, berarti mempunyai nilai positif dan sekaligus negatif.

“Pelarangan terhadap Warnet justru beresiko terhadap kehilangan banyak nilai. Seperti sumber penghidupan pemiliknuya dan yang bekerja, serta nilai – nilai keguyuban dari komunitas Warnet yang ada,” benbernya.

Dengan begitu yang  mesti dilakukan oleh seluruh pihak di Depok adalah memberdayakan Warnet agar dapat memberikan nilai positif bagi generasi muda.

“Caranya dengan memasukan nilai – nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Atau singkatnya mewujudkan Warnet yang bersolidaritas.

PSI Depok sendiri, sambung dia,  akan berusaha mewujudkan Warnet Solidaritas di Depok ini dengan cara, memasukan nilai – nilai toleransi, kemanusiaan, persatuan, gotong – royong dan keadilan.

“Caranya?. Tentu bukan seperti di dalam kelas sekolah, tetapi dengan kegiatan – kegiatan yang menarik kawula muda Depok, yang didalamnya disisipi nilai – nilai tersebut. Selain itu mesti ada ikon atau role model Warnet yang Bersolidaritas di Depok ini,” tandasnya.

Ketua Komunitas Gemas, Idra Tri Agustyan, mengatakan bahwa para anak-anak muda pengunan Warnet di Depok menyadari betapa rentannya Warnet dari tindak – tanduk negatif oleh seseorang atau sekelompok orang yg tidak bertanggungjawab.

Namun, pihaknya  tidak tinggal diam,  membantah stereotype yang meyakini bahwa Warnet adalah kanal kenakalan yang mengarah pada kriminalitas.

“Kami berkomitmen dan konsisten mendukung Perda Depok Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika yg didalamnya mengatur keberadaan Warnet,” kata Idra.

Meski begitu, dengan Perda yang ada Komunitas Gamers Depok mencoba menguatkannya dengan mendeklarasikan Warnet Solidaritas.

Dimana, ada lima poin antara lain, Warnet Solidaritas selalu mengedepankan nilai – nilai kemanusian dalam operasionalnya, Warnet Solidaritas adalah tempat mensosialisasikan nilai – nilai keberagaman dengan segala kreatifitasnya, warnet Solidarotas mencegah nilai – nilai yang mengancam persatuan dan kesatuan melalui peran aktif komunitas gamersnya, Warnet Solidaritas membantu menciptakan generasi penerus yang aktif dalam pembangunan Depok melalui dukungan dan kritikan baik lisan, tulisan maupun kegiatan khas anak muda.

Lalu, Warnet Solidaritas mendukung Pemkot Depok untuk bersikap preventif daripada represif dalam menindak Warnet dan para penggunanya bila terdapat kekeliruan.

“Dengan begitu Warnet Solidaritas adalah ujung tombak mewujudkan kota Depok menjadi Smart City dengan Sumber Daya Manusi yang cerdas juga,” katanya. (van/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *