Pesantren Al-Hikam Gelar Sanlat : Tiga Hari Tanpa HP

Inilahdepok.Id -Komunikasi hand phone (Hp) sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, bahkan tidak jarang yang kecanduan dan terkena dampak negatif.

Di Ramadan tahub ini, Pesantren Al-Hikam, Beji, menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) tiga hari tanpa Hp. Tema kegiatan adalah birrul walidain.

Bacaan Lainnya

Pengasuh Pesantren Al-Hikam, Yusron Ash-Shidqi mengungkap bahwa peserta yang kebanyakan siswa SD, SMP dan SMA ini, tidak diperkenankan membawa Hp.

Selama tiga hari digembleng ilmu agama juga menumbuhkan kemandirian dan menjauhkan dari ketergantungan serta efek negatif dunia maya.

“Respon orang tua wali murid sangat positif dalam mengikutkan anaknya di acara Sanlat. Namun, ada juga yang mengetahui persyaratan tanpa Hp mundur sebelum kegiatan dimulai. Dari sinilah penenaman kemandirian, pembentukan karakter sejak dini. Tentunya, kita bekali dengan materi Al-Qur’an, Hadits, Ilmu Fiqih dan lainnya,”ujar putra bungsu Almarhum KH. Hasyim Muzadi ini, kepada Inilahdepok.Id.

Dirinya berharap, agar peserta Sanlat bisa meneruskan kembali dan mendalami terus ilmu agama Islam. Terlebih lagi, lanjutnya, mereka bisa melanjutkan pendidikan di Pesantren di kemudian hari.

“Meski dalam waktu singkat, kita tanamkan nilai kemandirian, kebersamaan, nuansa Pesantren sesungguhnya bisa dirasakan disini. Apalagi, ya Pesantren Al-Hikam yang santri dan ustadz-nya para penghafal Alquran. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi anak sholeh sholehah,”kata dia berharap.

Penyelenggara kegiatan Ust. Rosyidin mengungkapkan, sanlat merupakan kegiatan dari Madrasah Diniyah Al-Hikam dengan pesrtanya sebanyak 30 orang dari sekitar kecamatan Beji.

Dirinya menambahkan, salah satu aturan dalam acara ini adalah para peserta dilarang membawa alat komunikasi atau smartphone untuk meminimalisir ketergantungan para peserta akan gadget dan diharapkan agar lebih fokus.

“Program ini juga dilandasi dari keadaan para remaja masa kini yang kian tergerus oleh arus globalisasi yang mengarah  pada perilaku hedonis dan kurang memperhatikan masalah agama. Diharapkan bisa menyeimbangkan dan benteng dari pengaruh negatif. Sehingga, tercipta generasi cerdas dan berkarakter akhlakul karimah,”tandasnya.

Mailatun Nisa  peserta Sanlat mengaku senang dengan bertambahnya teman dan mendapatkan berbagai pengalaman baru.

“Banyak suka dan dukanya mengikuti acara ini. Apalagi, kita juga dikenalkan dengan hikmah makna bahagia dengan  kebersamaan  bukan dengan barang sperti handphone. Semoga kita mendapat manfaatnya,”tandasnya.(van/id)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *