Kota Depok akan Miliki Perda Kota Hijau, Pertama di Indonesia

ilustrasi

Inilahdepok.id – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Kota Depok, Sri Utami mengatakan, di tahun ini akan ada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dari Komisi C yaitu Kota Hijau. 

“Kami telah melakukan konsultasi ke beberapa pihak salah satunya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Sri, kepada Inilahdepok.id, (6/6/2017).

Bacaan Lainnya

Pembentukan Raperda Kota Hijau ini dibentuk untuk menjadi penyeimbang pembangunan di Kota Depok.

Bahkan, kata dia, bila Raperda Inisiatif Kota Hijau ini bila  berhasil menjadi perda akan menjadi kota pertama di Indonesia yang mengolkan perda Kota Hijau.

“Tapi itu tadi perda ini jangan jadi macan kertas, tapi harus ada pelaksanaanya,” tegas dia.

Lebih lanjut kata Politisi PKS ini, Raperda Inisiatif Komisi C DPRD Kota Depok telah masuk program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) dan akan dibahas pada tahun ini.

Sri melanjutkan, kota hijau yang dimaksud yakni kota yang dihuni oleh warga yang memiliki kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan. Sekaligus dapat menyikapi pesatnya pembangunan di Kota Depok.

Anggota Komisi C DPRD Depok itu menjelaskan, nantinya bila sudah menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Hijau, maka dalam peraturan tersebut juga mengatur peningkatan kepedulian komunitas atau kelompok warga untuk berperilaku ramah lingkungan.

Dan diterapkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan melalui pendekatan Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengelolaan air yang ramah lingkungan, maksimalisasi penyerapan, mengefisienkan pemakaian air.

“Termasuk di dalamnya juga akan mengatur penggunaan energi dan transportasi yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Depok, Mazhab HM, membernarkan Raperda Inisiatif Komidi C soal Kota Hijau akan dibahas di tahun ini.

Terlebih ia menyebutkan Raperda Kota Hijau akan ada delapan aspek yang diatur. Antara lain, perencanaan pembangunan dan desain kota yang ramah lingkungan. Serta peningkatan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kualitasnya.

“Desain bangunan yang ramah lingkungan adalah yang efisien penggunaan energi dan kualitas udaranya, sedangkan untuk peningkatan RTH minimal 30 persen harus tersedia,” terangnya.

Dia berharap dengan keberadaan Raperda Kota Hijau, Kota Depok bisa menjadi kota yang layak dan nyaman dihuni. Dimana pemerintah bersama dengan warga saling bahu membahu merawat lingkungannya.

“Sehingga Depok bisa menjadi kota yang berkelanjutan,”katanya.(ctr/id)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *