Teror Kp. Melayu Sasaranya Polisi Karena Dianggap Toghut

Polres depok dapat acungan jempol dari kapolda baru

inilahdepok.id –  Mapolresta Depok gelar giat Cipta Kondisi (Cipkon) dalam bentuk Patroli Skala Besar dan giat razia. 

Cipkon tersebut melibatkan 415 personil terdiri dari jajaran anggota Mapolresta Depok, Mapolsek Pancoranmas, Sukmajaya,Beji, dan Mapolresta Cimanggis.

Bacaan Lainnya

Lalu jajaran Tentara Nasional Indonesia ( TNI), Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok.

Giat Cipkon yang dilakukan ini guna Kota Depok kondusif, terlebih mewaspadai terkait kejadian teror Kampung Melayu, Jakarta yang disasarkan pihak aparat kepolisian, hal iti diungkapkan Kapolresta Depok, Herry Heryawan.

“Sasaran mereka adalah polisi. Mereka anggap polisi itu Toghut,” kata Herry, dalam releas yag diterima Inilahdepok.id, Minggu (28/5/2017).

Jajaran dalam kegiatan patroli besar-besaran ini untuk jajaran anggota Mapolsek kata Herry, melakukan apel di kantornya masing-masing yang lagsung dipimpin oleh Kapolseknya.

” Total dari keselurahan Polsek yang ikut giat ini ada 210 personil diturunkan,” bebernya.

Adapun sasaran giat Cipkon yakni sahur on the road, tawuran, gank motor, sweeping ormas, senjata tajam, senjata api, dan narkoba.

Terlebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk sweeping ormas ini tidak boleh melakukan swewping.

Sebab, mereka tidak punya kewenangan dalam melakukan dan kewenangan sweeping tegas Kapolres, ada di pihak aparat kepolisian.

” Oleh karena itu jangan sampai mundur satu lagkah pun terhadap pihak-pihak yang akan bertindak semaunya sendiri (Ormas),” tegasnya.

Lalu sambungnya, giat cipkon ini dibagi dalam yuga kelompok. Kelompok 1 menyisir Jalan Raya  Margonda, Dewi Sartika, Nusantara, M Yasin, Raya Bogor, Cilodong, Grad  Depok City, Jalan Kartini.

Selanjut Kelompok 2 dilakukan oleh jajaran Polsek di daerahnya masing- masing yang dipimpin langsung para Kapolsek.

“Untuk kelompok 3, Tim Jaguar yang menyisir wilayah perbatasan Delok dengan Jakarta Selatan, Jakarata Timur, Bekasi, dan Tangerang Selatan,” kata Herry.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polresta Depok, Ajun Komisis Firdaus, mengatakan, di cipkon gabungan ini pihaknya telah mengamankan tiga pemuda.

Antara lain MYP, FA, dan FI diamankan lantaran membawa senjata tajam yang diduga hendak melaksanakan tawuran.

“Mereka dicurigai saat mengendari motor oleh tim patroli skala besar. Diperiksa, walhasil ternyata ditemukan sebilah arit dari salah satu penumpang motor tersebut yg bernama MYP. Selanjutnya ketiga pemuda dan barang bukti tersebut dibawa ke Polresta Depok utk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya. (vip/id)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *