Pematokan Situ di Depok Jaga Kelesatarian dan Fungsi Situ

Situ Pengasinan kecamatan sawngan kota depok

Inilahdepok.id- Pematokan  situ yang ada di Kota Depok dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC) dari Kementrian Pekerjaan Umum. Sebagai langkah baik untuk menjaga aset negara dan upaya pendataan kembali luasan situ sesuai dokumen yang ada di Pemerintahan pusat. 

“Situ kan asetnya milik pemerintah pusat. Kedepan bisa mengembalikan lahan sepandan yang mengalami penyerobotan,” kata Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Sri Utami.

Bacaan Lainnya

Maka dari itu, Sri Utami mewakili Komisi C DPRD Kota Depok  memberikan apresiasi langkah BBWSCC melaksanakan pematokan situ di Kota Depok.

Hal ini dia menilai, langkah BBSCC mulai serius memperhatikan situ yang ada di Kota Depok.

“Situ yang ada harus tetap dijaga kelestariannya agar dapat berfungsi secara ekologis. Selain fungsi rekreatif dan ekonomis,” tutur Politisi PKS itu.

Ia menambahkan bahwa langkah aksi dari BBSCC ini harus disambut Pemkot Depok.

Terlebih, kata dia, pihak pemkot dan BBWSCC ini harus bekerjasama dengan  memberikan penyadaran ke masyarakat akan pentingnya situ yang bersih dan lestari.

Dengan memberikan pendidikan pemahaman  ke masyarakat agar menjaga situ seperti tidak buang sampah ke situ dan menaati aturan tentang garis sempadan situ.

“Memang harus  bebas dari bangunan permanen,” katanya.

Lulu pangilan akrabnya pun menambahkan, sesuai dengan Peraturan Wisata Alam yang baru disahkan bisa dibuatkan menjadi studi kelayakan situ-situ yang ada di Kota Depok yang berpotensi menjadi dan dikembangkan menjadi objek wisata.

“Hal ini akan memudahkan warga Depok untuk berwisata srhingga diharapkan dapat meningkatkan index kebahagiaan masyarakat,” ungkap Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Kota Depok itu.

Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok Azhari mengatakan bahwa jumlah situ di Kota Depok dicatatan dalam  LKPJ  akhir jabatan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail jumlah situ ada 31 titik.

Tetapi jumlah situ yang masih aktif sebagai fungsi situ ada sekitar 26 situ.

“Sudah ada situ yang berahli fungsi, kan fungsi situ kan resalan air,” kata Azhari.

Untuk itu, adanya pematokan oleh BBWSCC dirinya menyambut baik . Sebab, adanya pematokan situ bisa menjadi wadah resapan air.

Kalau perlu sambung dia BBWSCC mengeruk situ -situ di Depok, jangan hanya mematok lahan situ untuk mempertahankan lahan sesuai sitr plan.

“Kan Kota Depok sebagai kota resapan air. Karena banyak situ,” katanya.

Politisi PAN itu mengatakan, jika bila ada menemukan saat pematokan ada lahan yang sudah bersertifikat.

Maka pihak Pemkot bagian aset, BBWSCC, dan Badan Petanahan Nasional (BPN) Kota Depok untuk duduk bareng menyelesaikan permasalahan ini.

“Bicara legalitas lahan dibataran situ, harus ada penyelusuran awal mula bisa dapat sertifikat. Harus duduk bareng,” tegasnya.(id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *