Tiga Santri Berhasil Ditemukan, Dua Masih Pencaharian

Tiga Santri Berhasil Ditemukan, Dua Masih Pencaharian

Inilahdepok.id – Tiga santri Pesantren Hidayatullah Depok akhirnya ditemukan oleh tim yang tengelam terseret ombak di Pantai Rancabuaya, Garut, Jawa Barat.

Korban ditemukan pada Rabu (17/5) sore. Setelah tim sempat terhenti melakukan pencaharian karena cuaca buruk. Tiga korban itu ditemukan sudah tak bernyawa yakni Muhammad Faisal Ramadhana, Khalid Abdullah Hasan, dan Rijal Amarullah langsung dibawa ke rumahnya masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sudah ditemukan, tapi semua santri dalam kondisi meninggal,” kata Sekretaris Yayasan Hidayatullah, Iwan Ruswanda, Kamis (18/5/2017).

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (16/5) sekitar pukul 16.00 wib. Sekitar 13 santri mandi di pantai Desa Rancabuaya Kecamatan Purbayani, Garut, hingga terseret ombak. Delapan santri berhasil menyelamatkan diri ke pantai, namun lima lainnya hilang.

“Korban yang selamat ditolong warga, polisi, dan teman-temannya. Ada tiga santri yang dibawa ke puskesmas setempat menjalani perawatan,” terang Iwan.

Sementara itu dalam keterangan persnya, Iwan mengaku mendapatkan informasi dari salah satu santri yang selamat bahwa santrinya tidak dalam kondisi berenang. Melainkan sedang berdiri di pinggir pantai. Dan tiba-tiba air pasang datang dengan cepat hingga menyapu 13 santri tersebut.

“Saya baru dapat kabar dari salah satu yang selamat kalau mereka itu hanya berdiri di bibir pantai saja, tidak berenang. Tiba-tiba air pasang, tidak menyangka kalau ada ombak yang datang sampai mereka akhirnya terseret arus,” papar Iwan.

Imbas dari kejadian ini, Rabu (17/5) pagi sekitar 18 pelajar langsung dipulangkan bersama pendampingnya. Sebelumnya, mereka sempat dikumpulkan di kecamatan dan diberi pengarahan oleh pihak kecamatan.

“Kemudian di antar ke penginapan, pagi (17/5) tadi kami pulangkan. Sekarang dalam perjalanan,” ujar Iwan.

Iwan mengaku, kejadian ini menjadi bahan evaluasi pihak sekolah dan yayasan. Bahkan SD Integral Hidayatullah yang akan mengadakan hal serupa tidak diizinkan pihak yayasan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Rencananya SD itu akan ke Pulau Tidung tapi melihat kejadian ini, ketua yayasan bilang cancel. Saya belum tahu sampai kapan,” tegas dia.

Pascakejadian ini sekolah meliburkan siswa, dan mengumpulkan mereka di masjid untuk memanjatkan doa agar kakak kelasnya yang belum ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. “Saya atas nama yayasan meminta doa yang terbaik untuk santri kami, semoga ada keajaiban yang Allah berikan. Kami tidak berhenti berharap dan berdoa,” harap Iwan.(id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *