Usung SARA, Berbangsa Bernegara Indonesia kembali ke Masa Lalu!

Ilustrasi

Inilahdepok.id – Ketua Pengurus Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Propinsi Jawa Barat, Abdy Yuhana, mengungkapkan proses kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia seolah telah kembali ke masa lalu.

Jika dirunut dari proses historisnya, persoalan suku agama, ras dan antar golongan (Sara) sesungguhnya sudahlah selesai dengan di sepakatinya Pancasila sebagai asas tunggal.

Bacaan Lainnya

DR. Abdy Yuhana SH. MH

“Saya melihat akhir-akhir ini persoalan bangsa kita kembali mengusung isu-isu (Sara) tersebut. Padahal kita sebagai bangsa yang heterogen tidak perlu lagi mempermasalahkan Sara, karena perbedaan merupakan rahmat dari Tuhan YME,” papar Abdy usai acara diskusi Refleksi Kebangsaan yang bertajuk “Visi Negara Pancasila” yang digelar dalam rangka memperingati harlah GMNI ke-63 di Jalan Asia Afrika Bandung, Kamis(23/3).

Dia menegaskan, keanekaragaman Sara seharusnya merupakan modal sosial bagi bangsa Indonesia,  yang bila dikelola dengan baik akan mengantarkan Indonesia sebagai bangsa yang  besar.

Dengan berlandaskan Pancasila dalam kesehariannya, politisi PDI Perjuangan yang kini menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuanganini Jawa Barat ini meyakini, akan mampu mempersatukan seluruh  bentuk kekuatan yang ada yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Apalagi, keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Dan dalam kontek sistem bernegara nampak jelas bahwa pilihan jalan yang diambil untuk Indonesia merdeka adalah demokrasi yang dijalankan kongruen (sebangun) yaitu demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.

“Saya yakin Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, sangat menjunjung tinggi kehormatan dan kemanusiaan. Harapan saya masyarakat Indonesia juga harus mengingat kembali pandangan hidup berbangsa dan bernegara adalah Pancasila,” Tutur Abdy memungkas.(t/id*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *