Inilah Masalah Utama Pembangunan Kota Depok “ Margonda Sentris “

Sejajar Rel Kurangi Beban Macet Margonda

Inilahdepok.id – Pengamat dan Pemerhati Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan, permasalahan utama pembangunan di Kota Depok, adalah pemerintahnya yang belum bisa membangun struktur dan ruang kota.Terlebih jumlah penduduknya kini telah mencapai 1juta lebih..

“Masalah utama di Depok adalah struktur kotanya,” Ujar Yayat.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan dalam pembangunan tata ruang mengenai pusat kegiatan dan jaringan pelayanannya belum tersebar di semua wilayah. Bahkan pusat kegiatan Kota Depok, hanya terkonsentrasi di kawasan Margonda.

“Depok itu Margonda sentris. Pembangunanya belum tersebar,” katanya.

Dia mengungkapkan kemacetan menjadi masalah utama juga di Depok. Soalnya, Depok belum bisa mengembangkan jalan baru. Padahal, pembangunan beberapa ruas jalan tol, menuntut Depok, mesti membuka jalan baru.

Menurutnya, sistem jaringan jalan tingkat kota sudah harus dikembangkan dan dipikirkan dari sekarang.

Ditambah, ungkap dia, Depok yang mulai membatasi izin perumahan harus memikirkan sistem perumahan yang akan didorong di kota itu.

“Depok akan mengembangkan perumahan horisontal atau vertikal,” ungkapnya.

Lebih jauh dia memaparkan,  Depok juga harus mampu mengembangkan konsep transit oriented development (TOD) baru. Soalnya, di Depok banyak stasiun kereta, jalan tol.

Dan beberapa simpul di kawasan tersebut bisa menjadi pusat kegiatan baru. TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran.

Selain itu, TOD merupakan upaya memaksimalkan penggunaan angkutan masal seperti Busway, kereta api kota, kereta api ringan, serta dilengkapi jaringan pejalan kaki dan sepeda.

Namun sayang, dia berujar, Depok belum memanfaatkan pembangunan jaringan jalan tol maupun kereta api, untuk dijadikan pusat kegiatan baru.

“Depok lebih banyak didominasi pengembangan permukiman,” tambah dia.

“Banyak yang harus diperbaiki, agar TOD tidak terpaku hanya itu saja , semuanya di Margonda,” paparnya.(ctr/id/ps)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar