- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Komisi D Setujui RUU Madrasah dan Ponpes

  • Bagikan
Suasana belajar salah satu Ponpes di kota depok

Inilahdepok.id – DPR- RI saat ini tengah melaksanakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren. Selama ini Negara kurang berperan terhadap pendidikan madrasah dan pondok pesantren (Ponpes).

Komisi D DPRD Depok sangat mendukung dan menyetujuhi Rancangan Undang-Undang (RUU) madrasah dan Ponpes diundang-undangkan. Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdullah, mengatakan bahwa sejarah mencatat madrasah dan pondok pesantren sangat berperan dalam pendidikan Islam di masa penjajahan.

Apalagi, para santri turut serta membantu perjuangan Indonesia melawan penjanjah.

“Pesantren dan madrasah punya peran yang sangat besar bagi kemajuan pendidikan Islam secara keseluruhan,” kata Lahmudin, Jumat (09/12/2016).

Lahmudin menyetujui bila RUU itu dijadikan undang-undang, asalkan bisa membantu dari sisi finansial dan pembangunan fisik. Namun kalau mengarah pada sistem pembelajaran dan kurikulum, dirinya tidak setuju.

“Itu bagus dong. Memang seharusnya begitu, selama ini madrasah dan pesantren termarginalkan,” ungkap lulusan Pondok Pesantren Gontor itu.

Menurutnya, wadah pendidikan itu belum tersentuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Negara. Selain itu pondok pesantren selalu dapat bantuan dari dana hibah atau sosial.

“Sekarang lebih banyak dari bansos. Minimal kalau untuk pembangunan satu kelas plus minus bisa menghabiskan dana Rp180 juta, itu perlu sentuhan bantuan,” katanya.

Politisi PAN Kota Depok itu, setiap pembangunan ponpes. pihak pondok membuat proposal bantuan kepada non pemerintah.

“Itu pun dapat bantuan jalur pendekatan saja dari pihak terkait, kami berharap dapat perhatian dari pemerintah. Dan RUU itu jadi Undang-undang,” Dia Berharap.

Sementara, terpisah Anggota Komisi D lainya, Nurjaman menyetujui bila dijadikan undang-undang. Bila disetujui, kata dia, koordinasi bantuan akan lebih cepat dinikmati untuk perkembangan sekolah itu yang selama ini di bawah naungan Kemetrian Agama.

“Apalagi sekolah itu memang agak jarang di Kota Depok, jujur saya setuju sekali,” Tutupnya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *