Wiihh…Anggaran Kesehatan Anggota DPRD Depok Rp 600jt

DIPERIKSA : Anggota DPRD Kota Depok saat menjalani MCU atau pemeriksaan kesehatan di RSUD Kota Depok, Kelurahan/ Kecamatan Sawangan,

Inilahdepok.id –  Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2013 Pasal 1 tentang jaminan pemeliharaan kesehatan mentri dan pejabat dan Peraturan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sebanyak 50 Anggota DPRD Kota Depok mendapatkan jaminan kesehatan yang baru digulirkan oleh Seketaris Dewan (Sekwan) melalui Bagian Umum DPRD Kota Depok.

“Sesuai peraturan yang ada, kami adakan pemeriksaan kesehatan para anggota dewan. Ini baru dilakukan,” kata Kepala Bagian Umum Seketariat DPRD, Nugroho Pratomo, kepada inilahepok.id, Kamis (17/11).

Nunu panggilan akrabnya menjelaskan,  pemeriksaan 50 anggota DPRD Kota Depok  ini atau MCU  mengunakan anggaran Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2016 Depok. Dengan total anggaran sebesar  Rp600.000.000 juta.

“Dana itu dibagi peranggota dewan yaitu  empat orang termasuk dewanya. Jadi satu orang dihitung Rp 3 juta,” jelas Nunu.

Dalam pelaksanan  pemeriksaan kesehatan dewan dan keluarganya itu,  kata Nunu bekerjasama dengan RSUD Kota Depok.

Ia menambahkan, program jaminan kesehatan dan pemeriksaan ini  akan dilanjutkan di tahun berikutnya. Bahkan, sudah dimasukan di APBD 2017.

“Untuk tahun kemarin mengunakan ABT. Untuk danaya dihitung saja. Perorang Rp 3 juta, sedang perdewan mendapatkan jatah empat orang. Namun, untuk istri dan dua anaknya, sedangkan untuk anak dewan yang usianya di bawah 17 tahun tidak mendapatkan pelayanan ini,” bebernya.

Bila para anggota dewan tidak mengikuti pemeriksaan kesahatan ini. Maka anggaranya akan dibalikan ke kas daerah.

“Nanti kan tinggal dihitung jumlah yang ikut MCU ada berapa orang. Nanti dibayarkan oleh anggaran yang sudah disediakan kami,” katanya.

Secara terpisah Direktur RSUD Kota Depok Asloeh’ ah mengatakan sejak diadakan chek MCU anggota DPRD Kota Depok sejak Senin (14/11) hingga Kamis (17/11) tercatat  baru 15 anggota dewan dan 15 keluarganya mengikuti MCU di RSUD Kota Depok.

“Jadi total yang memerisa MCU datang ke RSUD ada 30 orang. Sebelumnya ditargetnya 122 orang,” tutur Dr. Lulu pangilan akrab Asloeh’ah kepada Radar Depok di ruanganya, kemarin.

Kegiatan pemeriksaan MCU  50 Anggota DPRD ini merupakan permintaan dewan untuk difasilitasi kesehatanya.

Namun sejak dibuka selama empat hari belum mencapai target. Bahkan, yang seharusnya 200 orang itu terdri dari anggota dewan dan keluarganya.

“Ini baru pertama kali diadakan pengecekan kesehatan para anggota dewan di kota ini,” katanya.

Namun dirinya menyayangkan dari 50 yang diperiksa belum mencapai target, pasalnya, hari ini terakhir pemeriksaan.

Bahkan, dirinya akan melakukan swiping, dalam artian terus melakukan himbauan dengan cara berkomunikasi dengan alat telekomunikasi  dan bantuan para dewan yang sudah diperiksa.

“Kita upayakan karena masih kurang 35 anggota dewan. Untuk para pimpinan dewan belum ada yang melakukan pengecekan,” katanya.

Dr. Lulu menjelaskan, pelaksaan pemeriksaan ini pihanya memfasilitasi dewan dan keluarganya. Keluarganya di sini yaitu istri dan dua anak  diatas 17 tahun mendapatkan fasilitas pengecekan kesehatan.

“Jadi kalau anaknya tiga, yang satu tidak masuk itu harus biaya sendiri,” ucapnya.

Kendati RSUD Depok sebagai tim pemeriksaan kesehatan dewan dan keluarganya, Lulu tidak mengetahui berapa jumlah anggaran untuk pelaksaan tersebut.

“Tidak tahu apakah mengunakan dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau murni APBD,” tegasnya.

Lulu menambahkan, MCU  yang diikuti  para dewan yaitu memeriksa atau dicek  fisik dan kejiwaan.  Untuk pemeriksaan kejiwaanya dilaksanakan tanggal 21 November di Gedung DPRD Kota Depok.

“Kalau untuk hasilnya MCU ini akan dibarengi dengan pemeriksaan kesehatan,” karanya.

Dalam pelaksaan pemeriksaan fisik lanjut Lulu, terdiri dari berat badan, tinggi, cek tensi darah, urin, mata, buta warna, EKG, pemeriksaan poli dalam, treadmil, echo cardigarphy, THT audimetri, dan rotgen atau foto thoarax.

Lebih lanjut bagian penyakit dalam diperiksa oleh dokter spesialis penyakti dalam. Bahkan kata dia, untuk alat-alat yang digunakan yang tidak dimiliki RSUD Kota Depok, pihakya bekerjasama dengan pihak rumah sakit swasta yang ada di Depok.

“Kalau pemeriksaan jantung, kami pinjam kerjasama dengan rumah sakti swasta di kota ini,” katanya. (ctr/id)

LEAVE A REPLY