Diduga Solar Campur Air SPBU Di Sukmajaya di Segel Polisi

Ilustrasi

Inilahdepok.id – Salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sukmajaya Depok diduga menjual solar bercampur air. Kini aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan adanya temuan solar berisi air tersebut.

Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus menjelaskan, adanya solar campur air tersebut diawali adanya keluhan seorang supir bus pariwisata.

Tak lama, petugas dari Unit Krimsus Satuan Reskrim Polresta turun ke lokasi dan setelah dilakukan pengecekan ternyata benar bahan bakar solar tersebut telah tercampur air.

“Jadi kami mendapatkan informasi dari Fakrur Rozi kalau kendaraannya mogok setelah mengisi bahan bakar solar di SPBU tersebut,” kata Firdaus,

Dari temuan tersebut, polisi telah memeriksa empat saksi. Mereka adalah M sopir Pertamina, D kenek mobil Pertamina, F pengawas dari SPBU. Polisi juga telah menyegel SPBU tersebut.

“MA, kenek bus pariswisata yang membeli solar isi air tersebut juga turut kami periksa,” ungkap Firdaus.

Setelah meminta keterangan saksi, pihaknya juga menyita satu unit kendaraan berserta buku kir dengan nomor kendaraan B-7552-39 atas nama  PT Pertamina Patra Niaga lengkap dengan tiga lembar Surat Pengantar Pengiriman.

“Nomor 6432835 dari Depot Plumpang Jalan Yosudarso No 1 Jakarta untuk pengiriman produk biosolar ke Pom Bensin No 3416410 Jalan Raya Kolektor Margonda Depok,” terang Firdaus.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga menyita solar yang diduga telah bercampur dengan air. Diambil dari keran tangki mobil pengisian Pertamina dan jerigen.

Namun pengawas SPBU terkait, Alford menolak memberikan menjelaskan masalah ini. Ia justru memberikan nomer telepon. Menurut dia orang tersebut yang berwenang menjawab soal solar isi air tersebut.

“ini saya kasih saja nomer telepon saja. Namanya Yudi. Saya enggak tau dia itu siapa (orang yang diberikan nomer telepon) tapi katanya kalau mau tanya soal solar isi air ke dia,” ucap Alford. Tapi setelah awak media mencoba hubungi nomor yang diberikan, mati dan tak bisa dihubungi(t/id/l*)

LEAVE A REPLY