Musdalub Golkar, Edmon Johan diJegal, Dukungan ke Farabi Bodong

Musdalub Golkar Depok

Inilahdepok.id – Jelang Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar Kota Depok yang rencananya digelar Rabu (16/11), memunculkan nama Edmon Johan.

Bahkan Edmon mengklaim telah mendapat dukungan sembilan Pengurus Kecamatan (PK) Golkar  untuk maju dalam Musdalub.

Majunya Edmon dalam Musdalub seperti mendapat halangan. Pasalnya, pada penutupan pendaftaran calon pada Sabtu (12/11) pukul 12:00, Edmon mengaku dipersulit.

Kata Edmon, pelaksaan Musdalub yang dibuka selebar-lebarnya tentang  pencalonan merupakan kesepakatan hasil rapat pleno yang dipimpin oleh Plt Ketua DPD Golkar Kota Depok, yaitu Amin Fauzi.

“Ketika pendaftaran dibuka  di Jumat (11/11) pagi, secara pribadi saya mendaftarkan menjadi bakal calon Ketua DPD Golkar. Tapi, di Sabtu (12/11), mengembalikan berkas di kantor DPD Golkar tidak ada satu pun pantia dan Ketua pantia Musdalub, saya dari pagi hingga setengah satu di sana gak ada orang,” tutur Edmon, kepada inilahdepok.id (13/11).

Ikut  menjadi calon  Ketua DPD Golkar Kota Depok Edmon mengaku sudah memiliki persyaratan utama dalam pendaftaran tersebut.

Yaitu 30 persen dukungan dari PK Golkar. Bahkan, kata dia, memiliki sertifikat pengkaderan partai, pengalaman tiga periode di pengurusan DPD Golkar Depok, memiliki kemampuan dan dukungan.

“Tapi kenyataan saya dijegal.  Baik dari Plt Ketua DPD Golkar Depok, Amin, SC dan OC, serta seluruh jajarannya. Dari jam 9 pagi di Sabtu kemarin, di kantor DPD tidak ada orang, saya sudah mencoba menghubungi Dindin (Ketua SC) dan Cecep  tidak aktif, saat mau mengembalikan berkas. Saya akan melawan saat Musdalub Golkar yang akan diselengarakan 16 November,” tegas Edmon.

Selain itu Edmon mencurigai  bahwa dukungan PK Golkar yang sudah 100 persen itu dinilai bodong.  Karena dukungan tidak ditandatangani seketaris dan tidak dikop surat. Dimana, setiap dukungan itu harus ditandatagani seketaris.  Inikan kata dia, atas nama lembaga partai, jadi harus sesuai peraturan.

Sedangkan,  dukungan DPP Golkar ke Farabi sebagai calon Ketua DPD Golkar Depok ada tanda tangan Ketua Umum dan Seketaris.

“Dukungan PK itu tidak ada tanda tangan seketaris yang dikop surat yang  berstempel partai di tingkat kecamatan,” jelasnya.

Bahkan kata dia, saat menayakan ke sembilan Seketaris PK Golkar, mereka tidak menandatangani dukungan ke Farabi sebagai calon Ketua DPD Golkar di Musdalub.

“Dukungan ke  Farabi bodong dengan sendirinya dan surat dukungan itu tidak sah.  Maka pencalonan Farabi gugur  sebagai calon DPD Golkar dengan syarat utama  pendaftaran 30 persen dukungan dari pihak pemilik suara di Musdalub,”

Lebih lanjut majunya menjadi bakal calon DPD Golkar Depok di Musdalub, dirinya menginginkan meluruskan dan membenahi partai ini.

“Kedepan saya ingin membersihkan sistem di pengurusan DPD Golkar yang terlalu menakut-nakuti kader Golkar di Depok. Hal itu dilakukan Amin (Plt Ketua DPD Golkar Depok) yang kurang dicontoh, yang selama ini ingin membenahi internal. Tapi pak Amin tidak membenahi secara lurus, bahkan diluar koridor konsitusi dan cara-caranya tidak ada di internal partai,” tuturnya.

Terpisah Seketaris PK Golkar Kecamatan Cimanggis, Mpun Sunardi mengaku telah menyatakan dukungan ke Edmon Johan selaku calon Ketua DPD Golkar Depok di Musdalub.

Bahkan, kata dia sudah memberikan secara tertulis mendukung Edmon.

Sedangkan dia juga mengaku tidak memberikan dukungan secara tertulis kepada Farabi. Yang notabenya seharunya ada tanda tangan seketaris.

“Tidak mendukung Farabi secara tertulis dan tanda tangan,” kata Mpun.

Dirinya sebagai kader Golkar di tingkat Kecamatan  menginginkan Partai Golkar di Depok berjalan lancar dalam melaksanakan Musdalub nanti.

“Pencalonan Edmod kita dukung sepenuhnya. Kami sepakat demokrasi musyawah mufakat dan menghindari calon tunggal. Kami berharap tidak ada calon tunggal,” tegasnya. (ctr/id*)

LEAVE A REPLY