Kota Depok Perlu Bangun Museum

Ilustrasi

Inilahdepok.id – Tanggal 10 November 2016 yang merupakan Hari Pahlawan semua instasi pemerintah dan masyarakat umunya memperingati.

Namun ada yang kurang peringatan tersebut hingga kini Kota Depok belum memiliki museum sejarah.

Padahal menurut Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Mohammad HB, perlu adanya dibuat museum sejarah, hal itu sebagai bentuk cagar budaya.

” Kalau bicara Depok sejarahnya, tidak lepas dari jajahan Kolonial Belanda, terutama ini harus dapat perhatian dari Pemkot,” tutur HB kepada Inlahdepok.id

Politisi Gerindra ini  pun berharap bila adanya museum yang dijadikan cagar budaya di kota ini, intinya sebagai bukti otentik. Dimana kata HB harus dipertahankan.

“Nantikan bisa dijadikan objek wisata, seperti di Kota Tua, Jakarta,” paparnya.

Menurut HB, Pemkot saat ini belum serius dalam penanganan mengembangkan wisata  sejarah dan budaya di Depok.

“Kita berharapa keseriusan pemerintah dalam hal ini.

Selain itu lanjutnya, untuk Komisi B DPRD Depok mengembangkan potensi yang bisa menambahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu dengan fokus terhadapa perekembangan pariwisata di Depok.

“Persoalanya harus ada dukungan pemerintah,” katanya.

Bahkan HB mengatakan pihaknya sedang membuat regulasi terkait pariwisata dengan membuat perda inisiatif dari Komisi B.

“Selama belum ada payung hukum, masalah situ kita hanya memanfaatkan situ saja. Tapi pemiliki ya pusat. Maka itu harus dibuatlah regulasi ini agar pariwisata di kota ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” bebernya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Seni Budaya, Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni Budaya (Disporasebud) Kota Depok Yelis Rosdiana mengakui tidak adanya museum.

“Masih belum ada (museum), tetapi ke depan, (Pemkot Depok) ingin punya museum,” kata Yelis.

Menurutnya, kendala pembangunan museum karena belum ada lahan. Dia mengaku beberapa bangunan bersejarah Depok seperti rumah Pondok Cina dan Cimanggis dibidik untuk dijadikan museum.

Akan tetapi, penggunaan dan penataan bangunan tersebut terhadang status kepemilikan.

“Kedua bangunan bersejarah, dikelola dan dimiliki pihak lain di luar Pemkot Depok,” tandasnya.(ctr/id*)

LEAVE A REPLY