BPPD DPRD Depok, Siapkan Tiga Raperda Tingkatkan Pariwisata

Salah satu panorama indah Situ Jatijajar

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Kota Depok Tengku  Farida Rachmayanti menuturkan pihaknya sedang mengharmonisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dari Komisi B dan D, serta  satu perda revisi dari Komisi A.

“Tiga Raperda sudah ditelaah oleh BPPD DPRD Kota Depok. Nantinya diisempurnakan dengan rekomendasi 50 dewan dalam paripurna untuk menyepakati naskah Raperda,” tutur Farida,

Bacaan Lainnya

Farida menjelaskan, tiga raperda ini akan dipansukan akhir November dan Desember diadakan paripurna pengesahannya.

“Pansus ini diapit dua paripurna,” ucapnya.

Ada pun tiga raperda ini dari raperda inisiatif, Farida menyebutkan Komisi B tentang potensi wisata alam.  Untuk Komisi D mengenai pembinaan ketahanan keluarga.
“Sedangkan Komisi A Perda mengenai perubahan Perda RT dan RW, di dalamya membahas  jangka waktu, tugas topoksi LPM dan RT/RW,” kata dia.

Sementara itu Anggota Komisi B Kota Depok, Yuni Indriani mengatakan  Perda inisiatif tentang  potensi pariwisata alam Kota Depok,  dari komisinya sudah tahapan persiapan untuk masuk agenda pansus.

“Pansus di November dan Desember, dan tunggu rapat Badan Musyawarah (Bamus),”

Dalam Perda ini kata Yuni bertujuan memberikan nilai tambah terhadap objek wisata alam. Sehingga mendapatkan perhatian dari masyarakat dan pemerintah.

Ada pun sekilas isi Perda inisiatif Komisi B tentang pariwisata alam, Yuni menyebutkan : mengenai pengelolaan pariwisata alam, kawasan startegi, usaha parisiwata,  perizinan pengelolaan pariwisata, kewajiban dan hak pemengan izin.

Bahkan lanjut Yuni, tugas dan wewenang pemerintah kota melakukan pembinaan, pengawasan, evaluasi, kerjasama pengelolaan pariwisata alam dan sanksi administrasi dan lainya.

“Potensi wisata alam itu seperti contohnya  ada Tahura, setu dengan mengelola  ikan hias, dan  sungai, bahkan  kebun buah,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota  Komisi B DPRD Kota Depok, Rienova Serry Donie menilai pembangunan ekonomi  melalui sektor pariwisata khususnya di Kota Depok perlu ditingkatkan pemerintah kota.

Bahkan, kata Rienova pemkot belum memiliki konsep innovasi untuk mengembangkan dunia pariwisata.

Oleh karena itu,  perlu adanya dari pihak pemerintah  mengidentifikasi serta mengoptimalkan destinasi wisata.  Sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Bahkan kata dia, wisata  berpotensi menghasilkan penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Seharusny kepala daerah harus mempunyai konsep untuk membangun pariwisata di daerahny seperti Depok ini,” ujar Rienova.

Pasalnya kota ini memiliki potensi situ sungai, cagar budaya, seni budaya dan lainya.

“Ini harus dikembangan, Depok ada potensi, ayo kita buat kota ini  menjadi kota destinasi pariwisata,” ajaknya.

Politisi Partai Gerindra ini, mengatakan sumber daya alam yang melimpah dan kebudayaan yang kaya. Tidak berguna sebagai destinasi wisata yang menarik, bila pemimpinya tidak mempunyai konsep.

“Penguasaan dan kematangan konsep merupakan sebuah keharusan bagi pemimpin untuk mengambil sebuah keputusan,” jelas dia.

Selain konsep yang jelas, hal lain yang dapat menjadi penunjang dalam mengembangkan pariwisata. Diantaranya melalui Kompetensi dan Koordinasi.

Kompetensi lanjut dia  mencakup kemampuan para stakeholders untuk mengelolanya.

“Sedangkan Koordinasi berarti mencakup kemampuan pemimpin daerah tersebut. Untuk melakukan sinergi, baik antara masyarakat, swasta, dan pemerintah,” pungkasnya. (ctr/ID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *