Akses Jalan di Tutup Pabrik, Warga Jatijajar Mengadu ke DPRD Depok

Warga melintas jalan yang ditutup pabrik di rt 02/01, kelurahan jatijajat, kecamatan tapos

Warga jatijajar RT02 RW 01 Kelurahan Jatijajar Kecamatan Tapos dibuat kesal akibat akses jalan lingkungan tempat tinggalnya sekaligus penghubung antara dua kelurahan yakni Kelurahan Jatijajar dan Kelurahan Cilangkap ditutup pabrik, Senin (7/11).

Salah satu warga Rt 02/01 , hamdani (59) dia mengatakan dari awal mulai dibangunnya pabrik porkandi dua tahun lalu, pihak pabrik tidak ada upaya untuk melakukan  komunikasi ke lingkungan terutama terutama warga terdekat yang berdampak langsung atas pabrik tersebut.

Kata dia, akan tetapi pabrik tersebut baru mulai beroperasi untuk produksi rolling door dan baja ringan 4 bulan lalu , sebelumnya hanya dipagar dengan dikelilingi penutup menggunakan seng.

“itu pun akses jalan belum ditutup’ padahal itu kan aset jalan warga”, terang dia.

Sementara itu, senada dengan Rudi Febrianto yang juga merupakan warga RT 02/01, mengecam tindakan yang dilakukan pemilik pabrik dengan menutup akses jalan warga, bahkan jalan tersebut merupakan salah satu jalan penghubung antara dua kelurahan yakni Jatijajar dan Cilangkap, karena itu pihak pabrik harus segera membuka kembali jalan yang telah ditutup.

Menambahkan, pihaknya juga telah mengadukan masalah ini ke Anggota DPRD Kota Depok, agar segera mengambil langkah dan tindakan nyata untuk  segera memberi teguran tegas kepada pihak pabrik.

“Kami sebelumnya sudah menegur agar jalan tersebut kembali dibuka , akan tetapi pihak perwakilan pabrik justru mengabaikan tuntutan warga”, ungkap dia yang juga mantan wartawan tersebut.

Menurutnya, kami hanya meminta keadilan agar jalan tersebut dapat dikembalikan sediakala, untuk dapat kembali dilintasi warga. Selain itu pihak pabrik jelas sudah melanggar aturan fasus fasum  dengan menutup akses jalan lingkungan warga, tutup dia.

Terpisah, Ketua RW 01, Ahmad Mauludin mengatakan jalan tersebut sebetulnya bukan jalan ,tapi milik salah satu warga yang diklaim sebagai jalan. Dalam waktu dekat ini pihaknya berencana akan melakukan pertemuan dengan warga dengan bersama pihak RT setenpat, singkat dia. (po)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *