TB Hasanuddin, Budak Angon Kepercayaan Para Presiden (bag II)

BERPOLITIK UNTUK MENGABDI

Tubagus Hasanuddin mengundurkan diri dari dinas militer dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI. Ia merasa pengabdiaanya ke Negara belumlah usai, hingga akhirnya memilih untuk terjun kedunia politik. Tak mudah  bagi putra asal majalengka ini untuk memilih  partai politik yang sesuai dengan kepribadianya. Didasari latar belakang pendidikan milter yang kuat dan rasa Nasionalis yang tinggi, maka pilihanya jatuh pada partai politik PDI Perjuangan.

“ Bukan karena saya menjadi sekretaris militer  saat Bu Megawati menjadi Presiden, tapi pilihanya itu jatuh karena saya melihat PDI Perjuangan satu garis dengan saya soal Nasionalisme “ Katanya

 Hasabuddin kemudian masuk dalam daftar calon legislatif DPR-RI dari daerah pemilihan jabar IX yang terdiri dari Majalengka, Sumedang dan Subang. Pada pemilu 2009, ia baru mendatangi PDI Perjuangan di berbagai daerah, termasuk tokoh-tokoh masyarakat. Dalam kampanyenya dia hanya menjanjikan dua hal kepada publik calon pemilihnya.

Pertama saya siap menjadi wakil rakyat, yang menyuarakan kepentingan rakyat seoptimal mungkin, Kedua siap memberantas korupsi dan kemaksiatan.

Dua hal itu yang menjadi dasar dalam berbuat selama menjadi wakil rakyat. Terbukti, ia selalu bersuara lantang di parlemen. Sebagai seorang yang telah banyak makan asam garam dalam bidang pemerintahan, ia mengerti betul bagaimana ia harus bersuara dan berbuat. Suara lantangnya kadang menjadi terasa pedas bagi pihak yang dikritiknya.

Wakil ketua Komisi I DPR-RI ini berpegang teguh pada aturan yang ada. Prinsipnya sederhana, semuanya dilakukan untuk perbaikan dan membela kepentingan rakyat.

“ saya menyampaikan kritik karena ada aturan perundangan yang dilabrak atau tak sesuai. Selama sudah sesuai aturan, maka saya tak mengkritik atau kalau aturanya sudah tak sesuai kita sampaikan secara konstruktif “ jelas Hasanuddin.

“Saya Mengkritik untuk kepentingan lebih besar dan kemajuan bangsa”

Hasilnya, beberapa kali pernyataanya dapat mempengaruhi kebijakan publik dari pemerintah dan memberikan solusi bagi permasalahan yang timbul ditengah kehidupan masyarakat dan bangsa. Salah satu yang ia perjuangkan adalah menaikan anggaran pertahanan negara, menaikan anggaran kesejahteraan TNI, serta mendorong TNI agar menjadi lebih profesional.

Seperti halnya karir di militer, karir politiknya di dunia politik juga bersinar, pada pemilu tahun 2014, dia kembali terpilih menjadi anggota DPR-RI. Tak hanya itu, amanahnya bertambah berat karena ia kemudian dipercaya untk memimpin Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) PDI Perjuangan Jawa Barat. Dalam jajaran Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) PDI Perjuangan, Hasanuddin juga dipercaya sebagai ketua departemen bidang politik.

Sibuk bergelut dalam dunia politik tak menurunkan hasratnya untuk terus menuntut ilmu. Berbekal ilmu ekonomi pada jenjang sarjana dan magister di STIE Pasundan, ia kemudian melanjutkan studinya himgga tingkat tertinggi yaitu jenjang doktoral (S-3) di universitas Pasundan Bandung.

Totalitasnya dalam berkaris maupun berorganisasi telah membuahkan sejumlah penghargaan, meskipun demikian penghargaan yang paling berharga baginya adalah menjadi penerus suara rakyat dan berbakti bagi bangsa.

PECINTA SENI SUNDA

“ seni budaya sunda sudah mendarah daging dalam diri saya sejak lama. Semua itu membawa saya bernostalgia dengan kenangan indah saat kecil “

Tubagus Hasanuddin
Tubagus Hasanuddin

Sejak kecil Tubagus Hasanuddin memang sudah akrap dengan seni dan budaya sunda, saat dimanapun, formal ataupun tak formal tubuhnya takan bisa menahan gerakan ibing pencak silat saat terompet pencak silat mengalun. Tanganya tak bisa diam, pikiranya langsung tenggelam dalam ritme gerakan indah seni bela diri asli nusantara ini.

Tak heran jika ia berbuat demikian karena ayahnya adalah guru sekaligus pendiri padepokan silat di desa Talaga Majalengka. Hasanuddin kecil memanfaatkan waktu bermainya dengan berlatih seni beladiri pencak silat. Dia juga iut pentas dari satu panggung ke panggung lainya. Semua itu ia seriusi sejak duduk di bangku kelas III sekolah dasar.

Seni beladiri tertanan sampai sekarang. Saat menjadi anggota DPR-RI pun ia kerap memberikan bantuan peralatan gamelan kepaa 45 kelompok masyarakat sunda di jawa barat.

“ alhamdulillah ada 37 kelompok yang terus maju dan berkembang setelah mendapat bantuan tersebut “ ujarnaya

Kepedulianya terhadap seni sunda juga diperlihatkanya saat ia masih berpangkat Letnan Kolonel, Tubagus Hasanuddin menangani Yayasan Miss Tjitjih yang ia anggap sangat konsisten mempertahankan budaya sunda.

Yayasan Miss Tjitjih adalah organisasi yang dibentuk untuk menghormati perjalanan pemain sandiwara terkenal asal sumedang. Kelompok sandiwara Miss Tjitjih hingga kini masih berkibar dengan pentas sandiwara berbahasa sunda, persis yang dirintis oleh Miss Tjitjih zaman dulu. Tak hanya bertanggung jawab pelestarian dan pembinaan, Hasanuddin juga membangunkan gedungnya di jakarta khusus untuk pentas dan kepentingan lainya yang mendukung pelestarian seni sunda.

Hasanuddin menabuh kendang
Hasanuddin menabuh kendang

Kecintaanya terhadap tatar pasundan tak terbatas dalam bidang kebudayaanya. Dia mendorong tokoh sunda Ki Bagus Rangin menjadi pahlawan nasional, turut mendukung penulisan sejarah dan budaya sunda, serta banyak upaya lainya.

Dalam organisasi sosial kemasyarakatan, Hasanuddin aktif dalam berbagai kegiatan. Semua kegiatan itu telah mempertajam mata hatinya untuk lebih berbakti kepada masyarakat melalui kebudayaan yang membentuk karakter bangsa ini.

RIWAYAT ORGANISASI

  • Ketua Yayasan Sandiwara sunda Miss Tjitjih
  • Ketua dewan penasihat Pencak Silat Gagak Lumayung
  • Ketua Bidang seni Budaya, Yayasan Pembanguna Jabar
  • Pengurus Pusat Dulur Cirebonan
  • Ketua Umum Alumni Pascasarjana STIE Pasundan
  • Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan
  • Ketua Pembina Lingkung Seni Gentra Ewangga

Bersambung …..

Sumber, Buku Biografi , Mayjen (pur). Dr. TB Hasanuddin. SE.MM

 

LEAVE A REPLY