SOKSI Dukung Farabi Jadi Ketua DPD Golkar Depok

Ilustrasi

Inilahdepok.id – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) salah satu pendiri Partai Golkar,  Cabang Kota Depok mendukung Farabi el Faouz menjadi ketua DPD Golkar Kota Depok.

Hal itu diungkapkan oleh ketua DPC SOKSI Depok, Poltak Hutagaol saat mendeklarasikan di salah satu rumah makan di Jalan Raya Kartini, Kelurahan Depok, Pancoranmas.

“Dukungan kepada dr. Farabi el Fouz, karena  SOKSI Depok melihat pantas menjadi pemimpin Golkar selama lima tahun kedepam, hal itu untuk pemenangan pemilu Pilkada Jabar, Pileg, dan Pilpres mendatang,” ujar Poltak kepada Inilahdepok.id

Sebelum deklarasi dukungan ke Seketaris DPD Golkar Kota Depok itu, kata dia, sudah disampaikan perihal ini kepada pengurus SOKSI Jawa Barat.

“Pak Ali  Hasan sebagai Ketua SOKSI Jabar mendukung keputusan kami, mendukung dr. Farabi maju di Musdalub Golkar. Diperperkiraan akhir minggu ini Musdalub.   Kita akan usahakan secara organisasi Soksi pendiri Golkar ke beliu,” katanya.

Adanya kabar Walikota Depok Mohammad Idris ditawarkan menjadi Ketua DPD Golkar Depok, oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, kata Poltak SOKSI  tetap mendukung Farabi  menjadi nomor satu di Golkar Depok.

Tapi menurut dia sesuai AD/ART Partai Golkar bila ada calon dari luar partai itu sah-sah saja. Karena memang sudah ada ketetapnya.
Seperti bagi  tidak memenuhi syarat menjadi ketua DPD, maka pengurus satu tingkat diatas boleh mengusulkan dan memberikan  rekomendasi

“Maka harus mendapatkan rekomendasi satu tingkat diatasnya. Jadi bahasanya undang-undangnya dalam hal terhadap kader Golkar maju calon ketua tetapi tidak memenuhi kiteriarial dan persyaratan dari 10 persyaratan. Maka calon itu harus dapat persetujuan dari DPP Partai Golkar,” terangnya.

Selain itu menanggapi adanya tawaran dari DPD Golkar Jawa Barat ke Walikota Depok menjadi Ketua DPD Golkar Kota Depok, secara terpisah mantan Ketua DPD Golkar, Babai Suhaimi menilai Mohmmad Idris tahu etika sebagai orang yang diusung dari partai pengusung dan pendukung.

“Tidak mungkin dia mau. Masa beliau menghianati partai pendukung dan pengusung. Seharunya etikanya Idris meminta pendapat itu,” kata Babai.(ctr/id*)

LEAVE A REPLY