TPA Cipayung Menyedihkan, Komisi C Berikan Dua Alternatif

Inilahdepok.id –  Perlu adanya perhatian bagi masyarakat Kota Depok khususnya untuk memilah sampah.

Sebab, melihat kondisi tempat pembuang akhir (TPA) di Kelurahan/Kecamatan Cipayung sudah tidak ada tempat lagi untuk ditampung, bahkan sudah memperhatinkan tempatnya.

Bacaan Lainnya

Maka dari itu, bila tak tertampung sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat Depok, akan menumpuk  di pingiran jalan. Hal itu membuat jauh Depok untuk merahih penghargaan Adipura.

“Kami tinjau ke TPA untuk melihat situasi dan kondisi real di lapangan pembuangan sampah. Kondisinya memang sangat memperihatinkan ketingian sampah sudah mencapa- batas normal,” tutur ketua Komisi C DPRD Depok, Mazhab, kepada inilahdepok.id

Mazhab mengatakan,  ketingian sampah secara normal  menurut keterangan pihak Dinas Kebersiahan dan Pertamanan (DKP) Depok yaitu 20 meter.

“Yang terjadi di sana ketingiannya mencapai 30 meter,  tentu kondisi tumpukan sampah di TPA kita  sangat membahayakan,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala Unit pelaksaan Teknis (UPT) TPA Cipayung dibawah naungan DKP Depok, kata Mazhab, akan membangun kolam baru di 2017.

Tetapi  kolam TPA yang akan bangun, lanjut dia, bisa menampung sampah sampai di Agustus 2017.

“DKP akan bangun kolam lagi. Tapi tidak bisa bertahan lama kondisinya,” katanya.

Permasalahan ini Komisi C tidak akan tinggal diam melihat kondisi TPA.  Untuk itu, Mazhab dan anggota lainya memberikan dua pilihan alternatif. Guna permasalahan sampah di Depok teratasi.

“Ada dua  pilihan yang kita akan gunakan nanti, pertama yaitu membuang sampah ke Nambo tapi baru bisa digunakan 2018  atau  menggunakan mesin. Pastinya kedua pilihan itu memerlukan anggaran dan sudah harus kita siapkan sejak sekarang, mumpung kebijakan umum sementara dan plapon anggaran sementara  2017 belum di tetapkan,” bebernya. (ctr/id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *