Arif Rahman: Buku Sekolah Berkonten Dewasa Harus Ditarik

Inilahdepok.id – Peredaran buku paket pelajaran Olahraga dan Kesehatan untuk kelas V SD  yang mengandung konten dewas, Pemerhati Pendidikan, Arif Rahman, mengatakan, sebelum tersebar di sekolah harus diteleiti terlebih dahulu.

“Buku itu harus diteleti oleh editor. Kalau mau diedarkan ke sekolah-sekolah. Bila sudah tersebar, maka pihak kepala sekolah atau gurunya harus mengetahui bila buku itu tidak baik untuk anak,” kata Arif (7/10/2016)

Oleh karena itu, penerbit atau penulis buku pelajaran kata dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dikaryakan. Dimana, buku itu tidak layak untuk pelajar SD kelas V.

“Kalau bisa ditutut, secara hukum. Apa lagi sudah tersebar makan harus ditarik kembali,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan, Hafid Nasir mengatakan, buku pelajaran yang berkonten atau berbau pornografi. Yang tersebar di kalangan pendidikan sudah sekian kalinya terjadi, khusunysa di Depok.

Maka dari itu, harus ada ketegasan dari pihak Kementrian Pendidikan terkait penyebaran buku yang berkonten dewasa ini. Kedepanya, jangan sampai terjadi kembali.

“Untuk itu, kami akan  lacak penerbitnya,” kata Hafid Nasir.

Menurut dia, buku berkonten dewasa ini yang sudah beredar di sekolah. Maka harus ada ketegasan dari pihak terkait untuk ditarik dari peredaranya.

Oleh karena itu, kementrian harus mengetahui dan teliti saat pembuatan buku yang disesuaikkan  kurikulum.

“Buku untuk pelajar seharusnya disesuaikan umurnya. Kalau tidak akan berdampak pada anak, kalau perlu peredaran buku itu harus ditarik,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Depok, Igun Sumarno menilai bahwa buku yang tersebar itu harus ditarik kembali. Namun, sebelumnya harus ditelusuri terlebih dahulu.  Memang kata dia, bila ada buku pelajaran yang tidak sesuai tingkatan atau umur ada konten dewasa, maka menurut dia, akan menimbulkan kerisihan.

“Pribadi saya sebagai orangtua merasa risih bila ada bahasa -bahasa seperti itu di buku pelajaran,”  kata  Igun  Sumarno.

Oleh karena itu, ia menyarankan, agar penerbit atau pembuatnya segera menelitik dan mengecek isi dalam buku itu.

Kalau mau membuat buku untuk anak SD  bahasanya harus disesuaikan dengan umur.
Dan seharusnya bila  menerangkan harus mengunakan bahasa yang terbaik dan sopan,” katanya.(ctr/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *