Depok Belum Butuh Rumah Sakit Jiwa

    Salah satu RSJ di Banten

    Inilahdepok.id – Keberadaan orang terlantar dan juga orang stres yang kerap ditemui di sudut jalan Kota Depok membuat keprihatinan dan keresahan warga. Tidak sedikit dari mereka yang terjaring kemudiaj ditangani oleh pihak Dinas Sosial Kota Depok.

    Meski demikian adanya rumah sakit jiwa dinilai belum terlalu urgent. Bagi Anggota DPRD Kota Depok Sahat Farida Barlian menilai yang terpenting adalah layanan prima RSUD.

    ‪”Juga penambahan unit RSUD selain di Sawangan, kemudian percepatan perbaikan layanan puskesmas di wilayah-wilayah juga perlu digenjot oleh Pemkot Depok,” ujarnya.

    ‪Ia menambahkan untuk layanan kejiwaan, sementara cukup dengan adanya dokter kejiwaan. “Di RSUD ada satu, namanya dokter Diana Papayungan, dia dokter psikiater. Sedangkan untuk orang gila dan stres terlantar itu perlu dikaji juga, apakah dia warga Depok, kemudian latar belakang depresinya,” papar dia.

    ‪Dirinya menjelaskan sejauh ini untuk orang gila atau stres terlantar masuk dalam kategori PMKS yakni penyandang masalah kesejahteraan sosial. “Masuk ditanggung jawab Dinas Sosial,” tutur anggota Komisi D tersebut.

    ‪Menurutnya yang belum maksimal adah belum ada tempat penampungan yang representatif yang disediakan Pemkot Depok.

    ‪”Rumah singgah beda dengan penampungan. Standar rumah singgah, setelah 3 hari mereka yang ditaruh dirumah singgah harus keluar dari tempat tersebut. Berbeda dengan konsep panti sosial yang di jakarta, tepatnya Jakarta Timur, panti  sosial milik Pemda DKI bisa jadi salah satu rujukan untuk Depok,” tutupnya.

    ‪Sementara itu Kepala Disnakersos Kota Depok Diah Sadiah mengatakan pihaknya menampung orang terlantar di rumah singgah. “Biasanya ditampung dulu sementara disana, setelah tahu identitasnya dikembalikan ke tempat asal,” tuturnya.

    ‪Ia mencontohkan kasus penemuan kakek yang tinggal di TPU Tapos. “Setelah tim kami melihat langsung kondisinya, kemudian langsung dibawa ke RSUD karena ketika itu keadaanya tidak sehat sehingga perlu penanganan kesehatan lebih lanjut. Hingga nanti diketahui identitas dan keluarganya,” pungkasnya.(ctr/id)

    LEAVE A REPLY