Pilgub DKI Jakarta Diprediksi Berlangsung Dua Putaran

Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Pilkada DKI Jakarta 2017

Inilahdepok.id – Menurut Executiv Director Developing Countries Studies Center, Zaenal A Budiyono bahwa Pilgub DKI Jakarta diprediksi akan berjalan dua putaran.

“Saya yakin 70 persen Pilgub DKI Jakarta dua putaran. Dan sulit satu putran,” kata Zaenal kepada inilahdepok.id

Karena, politik di Indonesia tidak bisa lepas dari politikus senior diantaranya, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto.

“Karena bisa dibilang  Pilgub Jakarta rasa Pilpres. Di sisi lain, tiga calon ini sudah terlihat simbol-simbol politik sudah muncul.  Dimana ketiga politikus senior. Misalkan hari ini (kemarin)  SBY mendampingi Agus di Monas artinya backup penuh. Presiden  Jokowi meninjau  proyek MRT bersama Ahok itu posisi berdua, pemerintah bisa di belakang ahok.  Prabowo berkali -kali mengatakan, dihina Anies  waktu pilpres. Tapi dimaafkan. Ini kekuatan lama merebutkan Jakarta,” jelas dia.

Ia menambahkan, calon Gubenur dan Wakil Gubenur Jakarta, seperti Anies dan Sandiaga Uno ini merupakan calon pemimpin muda.

Dimana, pasangan ini fenomena  abad ke  21. Hal ini dimulai dari Presiden Amerika Serikat yaitu Barak Obama, dan pemimpin lainya.   Namun, di sisi lainya, petahana yaitu Ahok, kata dia, masih diatas.

“Kalau Ahok dikalangan pelajar masih dominan. Tapi di kalangan tingkat bawah tidak terlalu populer, karena ada beberapa faktor,” katanya.

Selain itu, SBY mendorong Agus dalam Pilgub Jakarta dikarenakan sudah by design. Bahkan, bila Agus dibilang dipromosikan di Pilpres 2019 , kata Zaenal masih terlalu dini.

“Karena kontek politik belum kelihatan. Tapi yang kelihatan Jokowi dan Prabowo,” katanya.

Namun, bila Agus maju dalam pilpres.  Kemungkinan bisa  di tahun 2024. Tapi harus memenangkan Pilgub DKI Jakarta dan membenahi seperti pemasalahan macet dan banjir.

“DKI Jakarta adalah sekolah terberat Agus, bila maju bursa pilres,” katanya.

Menurut dia, koalisi Cikeas dianggap perlu bekerja ekstra keras untuk memenangkan Pilkada DKI 2017.

“Ini benar-benar kejutan. Bicara peluang menang, saya lihat dengan waktu yang tinggal beberapa bulan, Partai Demokrat dan Koalisi Cikeas harus bekerja keras. Apalagi Ahok-Djarot yang petahana sudah memiliki modal politik dalam lima tahun terakhir di Jakarta,” ujar Zaenal

Namun, Agus-Sylviana tetap berpeluang menang.  Jika memaksimalkan program yang tidak dikerjakan pasangan petahana selama ini.

Pasalnya, pasangan bakal calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung mereka terbilang baru dalam kancah politik di Indonesia.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini  mengatakan,  koalisi Cikeas perlu segera menyusun visi, misi, dan program berbeda. Untuk menarik pemilih Jakarta. Terlebih, lawan mereka adalah Ahok dan Djarot  yang merupakan pasangan petahana.

“Waktu enam bulan sampai Februari 2017 bisa dianggap singkat. Tapi tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Jika Agus – Sylviana mampu memaksimalkan celah-celah yang tidak dikerjakan petahana, peluang selalu ada,” kata Zaenal.

Menurut Zaenal, Agus dan Sylviana dapat mengusung program pembeda dengan mengangkat isu gaya komunikasi petahana.

Masalah penggusuran, dan reklamasi Teluk Jakarta yang kerap ditentang masyarakat.

“Apalagi Ahok dikenal kurang pas dalam komunikasi,” katanya. (ctr/id)

LEAVE A REPLY